Ini Pemenang Lomba Debat Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Denpasar 2026!

IMG-20260919-WA0007
Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Denpasar Dewa Ayu Agustini Posmaningsih, SKM., M.Kes., didampingi jajaran menyerahkan hadiah kepada tim SMA pemenang debat, Jumat (18/9/2026). foto: fb/gde

*Bagi para pemenang yang kelak melanjutkan pendidikan tinggi di Poltekkes Kemenkes Denpasar, sertifikat juara tersebut bisa digunakan mendaftar mahasiswa baru jalur prestasi. 

DENPASAR-fajarbali.com | Lomba Debat Kesehatan Lingkungan Serangkaian Peringatan Hari Kesehatan Lingkungan 2026, yang digelar Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar, Jumat (18/9), sukses melahirkan juara.

Setelah melewati babak yang sengit, lomba yang diikuti delapan tim dari enam SMA se-Bali ini, dewan juri memutuskan Ni Made Sastra Teja Wulandari dari SMAN 3 Denpasar sebagai "Best Speaker". 

Juara I diraih oleh Tim (A) SMAN 1 Tabanan, disusul Tim (B) SMAN 3 Denpasar, serta Tim (B) SMAN 5 Denpasar bercokol di posisi III. Sedangkan kategori Juara Harapan I dibawa pulang wakil Bali timur, SMAN 1 Amlapura, Karangasem. 

Adapun dewan juri terdiri dari, Bagus Komang Raka Satria, Ni Komang Yuli Friani, serta I Gusti Ayu Made Aryasih, S.KM., M.Si.

Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Denpasar Dewa Ayu Agustini Posmaningsih, SKM., M.Kes., mengucapkan selamat kepada para pemenang, juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim yang belum keluar sebagai juara. 

Menurut Posmaningsih, yang terpenting bagi peserta yang masih pelajar SMA itu, keberanian mengungkapkan dan mempertahankan argumentasi. "Soal juara itu hanya bonus. Yang penting berani tampil, melatih percaya diri karena menjadi modal penting di masa depan," kata Posmaningsih.

Posmaningsih melanjutkan, lomba debat tahun ini mengusung tema “Lingkungan Sehat, Pariwisata Sehat, Masyarakat Sehat: Sains dan Inovasi untuk Perlindungan Kesehatan”. 

Tema tersebut diangkat karena kesehatan lingkungan merupakan bagian penting dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. 

Berbagai tantangan seperti perubahan iklim, pencemaran lingkungan, pengelolaan sampah dan limbah, kualitas air dan udara, sanitasi, serta paparan bahan berbahaya terus berkembang dan berpotensi meningkatkan risiko terhadap kesehatan masyarakat. 

BACA JUGA:  Rakorda Program KKBPK Provinsi Bali 2018, Evaluasi Kampung KB Menuju Masyarakat Berkualitas

"Kondisi tersebut membutuhkan pendekatan kesehatan lingkungan yang inovatif, berkelanjutan, dan berbasis bukti. Sebagai daerah dengan aktivitas pariwisata yang tinggi, Bali menghadapi berbagai dinamika lingkungan yang memerlukan pengelolaan secara terpadu," jelasnya.

Peningkatan aktivitas pariwisata, mobilitas masyarakat, serta kebutuhan terhadap sumber daya dan pengelolaan lingkungan perlu diimbangi dengan upaya perlindungan kesehatan dan penguatan ketahanan masyarakat. 

"Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi dan pertukaran pengetahuan untuk menghasilkan solusi yang adaptif terhadap tantangan kesehatan lingkungan," imbuh Posmaningsih. 

Kegiatan ini, menurutnya bertujuan menyediakan forum dialog untuk berbagi hasil penelitian, gagasan, inovasi dan praktik baik di bidang kesehatan lingkungan dalam rangka mendukung perlindungan kesehatan masyarakat dan pariwisata sehat. 

Secara khusus, memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyebarluaskan ide dan inovasi kesehatan lingkungan, mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman terkait kesehatan ingkungan dan memperkuat perhatian terhadap kesehatan lingkungan pariwisata serta pencegahan risiko kesehatan akibat paparan lingkungan.

Para pemenang diberikan hadiah berupa piagam, sertifikat hingga uang pembinaan. Mereka diharapkan melanjutkan pendidikan tinggi ke Poltekkes Kemenkes Denpasar. Sertifikat lomba bisa digunakan mendaftar calon mahasiswa baru dari jalur prestasi. [gde]

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top