AMLAPURA-fajarbali.com | Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Provinsi Bali melaksanakan pendampingan peningkatan kualitas pengasuhan melalui Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di TPA Agung Kumara, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan ini dihadiri pejabat dari Disnaker ESDM Provinsi Bali, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Karangasem, pengelola dan pengasuh TPA, serta perwakilan orang tua.
Pendampingan tersebut bertujuan memperkuat kualitas layanan pengasuhan sekaligus memastikan tumbuh kembang anak dapat dipantau secara optimal.
Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti, menekankan bahwa TPA tidak semata-mata menjadi tempat penitipan anak, tetapi juga harus mampu menjadi ruang pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Pengasuh dapat memberikan penguatan kapasitas dan layanan rujukan, termasuk bagaimana memantau tumbuh kembang anak. TPA bukan hanya tempat penitipan anak, tetapi anak yang diasuh juga dapat dipantau tumbuh kembangnya,” ujar Nopian.
Menurutnya, keberadaan TPA berbasis perusahaan menjadi bukti kepedulian perusahaan terhadap tenaga kerja, sehingga orang tua dapat bekerja dengan tenang sementara anak tetap mendapatkan pengasuhan yang baik dan menyenangkan melalui TAMASYA.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., M.A.R.S, menegaskan komitmen BKKBN Bali dalam meningkatkan kualitas pengasuhan melalui layanan TAMASYA yang terintegrasi.










