Wajah-wajah Segar Bergabung sebagai Mahasiswa Baru UNHI, Rektor Sampaikan Pesan Mendalam!

IMG-20260831-WA0028
Rektor UNHI didampingi jajaran serta pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, foto bersama perwakilan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027, Senin (31/8/2026). ist/dok

“Melalui semangat inovatif dan kreativitas, adik-adik bisa “maguna dusun”—mendedikasikan diri untuk lingkungan dan orang banyak kelak. Jangan sampai sebaliknya, adik-adik menjadi “wong pangresek jagat”—menjadi manusia yang hidupnya hanya memenuhi dunia namun tidak berguna bagi lingkungan sekitarnya," pesan Rektor UNHI kepada mahasiswa baru. 

DENPASAR-fajarbali.com | Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar menggelar Mahasisya Upanayana Tahun 2026 sebagai momentum penyambutan sekaligus pembekalan bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa baru dari seluruh fakultas di lingkungan UNHI Denpasar tersebut resmi dibuka di Aula Taman Asoka, Kampus UNHI Denpasar, Senin (31/8).

Mahasisya Upanayana merupakan istilah khusus yang digunakan UNHI Denpasar untuk kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru. Meski menggunakan penamaan yang khas, rangkaian materi dan pelaksanaannya tetap berpedoman pada ketentuan PKKMB yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Rangkaian kegiatan telah diawali dengan Pawintenan pada Kamis (27/8). Selanjutnya, Mahasisya Upanayana tingkat universitas berlangsung selama dua hari, yakni Senin (31/8) hingga Selasa (1/9). 

Pada Rabu (2/9), kegiatan dilanjutkan di tingkat fakultas masing-masing. Rangkaian Mahasiswa Upanayana 2026 kemudian ditutup dengan kegiatan Tirta Yatra yang direncanakan berlangsung di Pura Luhur Pucak Petali, Tabanan, Kamis (3/9).

Selama kegiatan, mahasiswa baru mendapatkan berbagai pembekalan yang diharapkan mampu menjadi bekal dalam menjalani kehidupan akademik maupun kehidupan bermasyarakat. 

Materi yang diberikan meliputi kehidupan berbangsa dan bernegara, jati diri bangsa dan pembinaan kesadaran bela negara, sistem pendidikan tinggi di Indonesia, perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri, pengembangan karakter mahasiswa, serta muatan lokal perguruan tinggi.

Materi tersebut disampaikan oleh narasumber dari internal maupun eksternal UNHI Denpasar. Dengan demikian, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus, tetapi juga diajak memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai insan akademik sekaligus bagian dari masyarakat.

BACA JUGA:  Grand Final Jegeg Bagus Udayana, Penutup Rangkaian Porseni Dies Natalis ke-61

Rektor UNHI Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E, M.Si dalam sambutannya memberikan pesan kepada mahasiswa baru. Pesan tersebut berhubungan dengan tema pembukaan mahasisya upanayana yakni Smrti Vidya Prabha: Ingatan, Pengetahuan, dan Cahaya. Mengapa smerti, eling, atau ingatan itu penting, karena di tengah hiruk pikuk dunia saat ini, semua cepat berlalu, bahkan ingatan tak mampu menjangkaunya. 

“Adik-adik juga mesti “eling” karena siapa bisa hadir di sini dan untuk apa hadir di sini. Seringkali kita lupa bahwa ada jerih payah orang tua dan harapan untuk anak-anaknya agar bisa meraih kesuksesan. Saat adik-adik merasa lelah atau ingin menyerah nanti, ingatlah ada doa guru rupaka yang senantiasa menopang langkah adik-adik,” paparnya. 

Selanjutnya, Vidya; Di UNHI, mahasiswa baru tidak hanya datang untuk mengisi diri dengan pengetahuan teoretis, tetapi juga mengisi jiwa dengan kebijaksanaan. Oleh sebab itu cita-cita Pendidikan Hindu tidak sekadar pradnyan, cerdas secara intelektual, tapi juga purusotama—menjadi manusia yang bijaksana.

Vidya adalah pengetahuan yang membebaskan. Jadikan ilmu sebagai jalan untuk merendahkan hati, bukan untuk merasa lebih tinggi dari orang lain. 

Yang ketiga adalah Prabha (Menjadi Cahaya bagi Sesama): Ilmu pengetahuan baru akan sempurna ketika ia menjadi Prabha—cahaya yang menerangi kegelapan. Dalam sastra disuratkan: pengetahuan itu menyinari tiga dunia. 

Jangan simpan kecerdasan hanya untuk diri sendiri. Jadikan diri sebagai cahaya yang memberi kehangatan, solusi, dan kedamaian bagi masyarakat serta lingkungan sekitar. Teks Niti Sastra mengingatkan kita: tiada gunanya wajah tampan jika tanpa pengetahuan, ibarat bunga yang indah namun tak memiliki bau harum. Pengetahuan ibarat Cahaya sekaligus bau harum dalam diri yang keharumannya bisa menjadikan dunia ini indah.

BACA JUGA:  Peran Hybrid Learning untuk Masa Kini dan Masa Depan

“Melalui semangat inovatif dan kreativitas, adik-adik bisa “maguna dusun”—mendedikasikan diri untuk lingkungan dan orang banyak kelak. Jangan sampai sebaliknya, adik-adik menjadi “wong pangresek jagat”—menjadi manusia yang hidupnya hanya memenuhi dunia namun tidak berguna bagi lingkungan sekitarnya. Di era disrupsi saat ini bukan tidak mungkin kita bisa terjebak menjadi “wong pangresek jagat” tersebut,” paparnya. 

Kepada Bapak/Ibu Dosen dan seluruh jajaran tenaga kependidikan, Rektor UNHI juga berpesan agar memberikan pelayanan terbaik bagi adik-adik mahasiswa baru.

“Inilah sewanam nyata dan jnana Yadnya baik sebagai pendidik maupun sebagai tenaga kependidikan. Tugas pendidik tidak hanya memindahkan pengetahuan dari guru ke murid, namun juga mendampingi murid untuk menemukan “jiwanya”. Melayani calon-calon penerang dunia di masa depan adalah subha karma—tindakan utama sebagai manusia,” paparnya. 

Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi selaku badan hukum penyelenggara UNHI Denpasar, Kolonel Purn. Dr. Drs. Dewa Ketut Budiana, M.Fil., berpesan agar mahasiswa baru mengikuti seluruh rangkaian Mahasiswa Upanayana dengan sungguh-sungguh.

Ia mendorong mahasiswa untuk menjadikan masa awal perkuliahan sebagai momentum membentuk pribadi yang baik, disiplin, dan bertanggung jawab. “Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan jadikan diri sebagai sosok pribadi yang baik,” pesannya.

Dewa Ketut Budiana juga meminta mahasiswa baru mengikuti seluruh petunjuk dan arahan yang diberikan para dosen selama proses pendidikan. Ia mengingatkan agar mahasiswa menjauhi berbagai praktik atau tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun masa depan mereka.

Melalui Mahasiswa Upanayana 2026, UNHI Denpasar tidak sekadar memperkenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pintu awal untuk membangun karakter mahasiswa yang berilmu, beretika, memiliki jati diri, serta mampu mengamalkan pengetahuan yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. [gde]

BACA JUGA:  Dua Tunadaksa Raih Sarjana di Fakultas Pendidikan Unhi, Buktikan Kekurangan Tak Menghalangi Cita-cita

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top