Bali Interfood 2026 Siap Digelar, Mengakselerasi Industri F&B dan Hospitality Lokal ke Panggung Dunia

IMG_3031
Press Conference Bali Interfood 2026 di Nexx Cafe, Denpasar, Senin (31/8). (FB/Dartha)

DENPASAR-fajarbali.com | Positioning Bali sebagai salah satu destinasi wisata unggulan dunia menjadikannya hub yang sangat strategis dalam memperkenalkan potensi industri Food and Beverage (F&B) serta kekayaan kuliner Indonesia ke mancanegara. Momentum emas ini dimanfaatkan oleh Krista Exhibitions Group dengan kembali menggelar Bali Interfood 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-7, pameran internasional ini berlangsung pada 2–4 September 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Rangkaian acara diawali dengan konferensi pers di Nexx Cafe, Denpasar, pada Senin (31/8) sebagai pijakan awal untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Pameran ini hadir sebagai solusi komprehensif bagi rantai pasok industri F&B dan hospitality, mencakup bahan baku, bakery & pastry, kopi, wine & spirit, peralatan pengolahan, hingga solusi pengemasan modern. Bali Interfood 2026 diselenggarakan secara terintegrasi bersama Bali Hotel & Tourism, Bali Coffee Expo, Bali Wine & Spirit, serta Bakery Indonesia Expo 2026. Integrasi pameran dalam satu lokasi ini dirancang untuk memperluas jangkauan kerja sama antara produsen, distributor, buyer, hingga pemilik usaha hotel dan restoran.

Ekosistem Terintegrasi dan Komitmen Pemberdayaan IKM

Penyelenggaraan tahun ini mencatatkan partisipasi 110 peserta, termasuk 35 UMKM, serta menargetkan kehadiran 15.000 pengunjung bisnis dari dalam dan luar negeri. Peserta internasional berasal dari delapan negara, yaitu China, Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, Jepang, Prancis, dan tuan rumah Indonesia.

CEO Krista Exhibitions, Daud Salim, menyoroti pesatnya ekosistem F&B di Pulau Dewata yang menjadi alasan utama transisi jadwal pameran dari dua tahunan menjadi agenda tahunan mulai 2025. "Bali memiliki potensi yang besar karena pariwisata, hotel, restoran, dan usaha makanan dan minuman berkembang secara bersamaan. Kami ingin menjadikan Bali Interfood sebagai tempat bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, bertemu dengan calon mitra, dan mendapatkan informasi mengenai perkembangan terbaru di bidang makanan dan minuman," ujarnya.

BACA JUGA:  Sambut Tren Wisata Kuliner, Quest Vibe Dewi Sri Bali Luncurkan Seri "60 Seconds to Tokyo"

Tidak hanya menghadirkan pameran bisnis, Krista Exhibitions juga berkomitmen memperbesar ruang bagi Industri Kecil Menengah (IKM) lokal Bali untuk menembus pasar internasional. Berkolaborasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), pihak penyelenggara berencana melakukan kurasi bagi puluhan IKM lokal untuk ditampilkan pada edisi mendatang. “Kami akan fasilitasi IKM-IKM industri makanan dan minuman di Pulau Bali, mungkin 20 sampai 30 IKM untuk menampilkan dan diseleksi yang terbaik, kemudian ditampilkan pada tahun depan,” tambah Daud Salim.

Ajang Inovasi dan Arena Kompetisi Kelas Dunia

Selain menjadi tempat transaksi bisnis, Bali Interfood 2026 dirancang sebagai sarana edukasi dan pertukaran pengetahuan bagi para profesional. Salah satu agenda utama yang menjadi daya tarik tersendiri adalah hadirnya ajang internasional Gelato World Cup Indonesian Selection yang berlangsung selama tiga hari penuh. Pengunjung tidak hanya disuguhkan aksi para ahli gelato, tetapi juga dapat mengikuti rangkaian lokakarya interaktif.

Program edukatif yang dihadirkan meliputi Gelato Workshop Coconut Mango Dessert dan Mixologist Workshop Morello Cherry Gelato pada hari pertama, yang dilanjutkan dengan kompetisi gelato serta Gelato Workshop Sorbet Lollies dan Mixologist Workshop Blood Orange Sorbet. Pengalaman praktis ini memberikan nilai tambah bagi para pelaku usaha HORECA untuk memperkaya ragam menu dan tren kuliner di bisnis mereka.

Sinergi Strategis Kuliner dan Pariwisata Berkelanjutan

Dari kacamata industri pariwisata, keberadaan kuliner tidak lagi sekadar pemenuh kebutuhan dasar, melainkan elemen kunci dalam pengalaman berwisata. Chairman PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), menegaskan pentingnya pameran ini sebagai wadah penguatan identitas dan budaya lokal di tengah persaingan pariwisata global.

“Pameran Bali Interfood yang ketujuh kalinya hari ini tentunya bukan hanya sebuah pameran produk makanan dan minuman, tetapi sebenarnya merupakan ruang yang sangat strategis untuk memperkuat jaringan bisnis,” tegas Cok Ace.

BACA JUGA:  Subway Sub-Mer Break, Menu Musim Panas yang Menyegarkan dari Subway

Ia memaparkan bahwa kualitas produk, prinsip keberlanjutan, dan melestarikan kearifan lokal adalah modal utama diferensiasi pariwisata Bali. Karena itu, PHRI Bali menyatakan komitmen penuh untuk terus mendukung keberlangsungan pameran Bali Interfood sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan penopang keberlanjutan sektor hospitality.

Menjaga Pertumbuhan di Tengah Dinamika Tantangan Global

Secara nasional, sektor manufaktur makanan dan minuman masih menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Chairman Indonesian Food and Beverage Association (GAPMMI), Adhi S. Lukman, memaparkan data positif mengenai kinerja sektor F&B nasional yang tetap tangguh di tengah ketidakpastian kondisi global.

"Pada semester pertama 2026, industri makanan dan minuman tercatat mampu tumbuh sekitar 6,51 persen, atau berada di atas pertumbuhan ekonomi Indonesia," ungkap Adhi S. Lukman.

Kendati tumbuh positif, Adhi S. Lukman mengingatkan industri ini tetap dihadapkan pada tantangan geopolitik dunia, perubahan iklim, serta isu rantai pasok. Melalui Bali Interfood 2026, GAPMMI mendorong pelaku usaha untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing agar dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Bali Interfood memberikan ruang bagi para pemangku kepentingan untuk saling bertemu, saling mengisi, berbagi pengalaman dan berdiskusi bagaimana kita harus tumbuh bersama-sama di tengah tantangan yang ada saat ini,” pungkasnya.

Bagi para pelaku usaha, investor, maupun profesional di sektor HORECA dan retail yang ingin memperluas jaringan bisnis, pendaftaran pengunjung dapat dilakukan secara daring melalui portal resmi https://register.kristaonline.com/visitor/baliinterfood atau secara langsung di area pameran. Akses penuh selama tiga hari pameran dibuka dengan biaya tiket masuk seharga Rp100.000. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top