*Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pengenalan sebuah inovasi, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini Diabetes Melitus (DM).
GIANYAR-fajarbali.com | Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Denpasar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Pemanfaatan Yucang DM Strip sebagai Inovasi Deteksi Dini Diabetes pada Lansia di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (28/8/2026), bertempat di TPS3R dan Puspa Aman Winangun Batuan, Sukawati, Gianyar.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat, dengan fokus pada upaya promotif dan preventif melalui peningkatan pengetahuan serta deteksi dini Diabetes Melitus pada kelompok lanjut usia.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Batuan, Ari Anggara, S.Pd., M.Sc., serta 30 orang lansia sebagai kelompok sasaran. Turut hadir Tim Pengabdi Poltekkes Kemenkes Denpasar yang terdiri atas Burhannuddin, S.Si., M.Biomed selaku ketua tim, bersama anggota tim Dr. I Wayan Karta, S.Pd., M.Si. dan I Gusti Ngurah Dwija Putra, A.Md.Kes., serta mahasiswa yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai Diabetes Melitus atau DM, faktor risiko, pentingnya pola hidup sehat, serta pentingnya melakukan deteksi dini. Edukasi juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran lansia agar lebih aktif dalam menjaga kesehatan dan mengenali risiko DM sejak dini.
Salah satu bagian utama kegiatan adalah pengenalan Yucang DM Strip sebagai inovasi yang dikembangkan untuk mendukung upaya deteksi dini DM. Pemanfaatan inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan yang membantu masyarakat mengenali risiko DM secara lebih dini serta meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara tepat.
Kepala Desa Batuan, Ari Anggara, S.Pd., M.Sc., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan mendukung keterlibatan masyarakat Desa Batuan dalam kegiatan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok lansia.
Ketua Tim Pengabdi, Burhannuddin, S.Si., M.Biomed, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pengenalan sebuah inovasi, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini Diabetes Melitus.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat, khususnya lansia, semakin memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini Diabetes Melitus. Yucang DM diharapkan dapat menjadi bagian dari inovasi yang mendukung upaya promotif dan preventif di masyarakat,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para lansia mengikuti rangkaian edukasi dan pengenalan inovasi secara aktif. Kegiatan juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Poltekkes Kemenkes Denpasar, Pemerintah Desa Batuan, masyarakat, dan mahasiswa dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Denpasar berharap pemanfaatan inovasi Yucang DM Strip dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai salah satu upaya mendukung deteksi dini Diabetes Melitus di tingkat masyarakat.
Selain memberikan manfaat langsung kepada peserta, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat Desa Batuan terhadap pentingnya pencegahan dan deteksi dini penyakit tidak menular. [gde]









