"Nada dalam Gelap" disutradarai Wiguna Mahayasa. Sebagai sutradara dengan hambatan ganda dalam melihat dan mendengar, Wiguna menghadapi tantangan unik selama proses produksi yang berlangsung sekitar tiga minggu.
DENPASAR-fajarbali.com | Sebuah film pendek berjudul "Nada dalam Gelap" tayang perdana pada acara Denpasar Youth Music & Character Awards 2026 di Amphitheater Living World Denpasar, Kamis, 27 Agustus 2026, kemarin malam.
Film ini menjadi karya debut penyutradaraan I Made Prasetya Wiguna Mahayasa, pendiri Sanggar Musik Sunar Sanggita, yang menghadapi disabilitas ganda tunanetra dan tuli.
Kisah tentang Penerimaan dan Pembuktian Diri
"Nada dalam Gelap" mengisahkan seorang anak tunanetra bernama Bumi yang ingin bergabung dengan sebuah sanggar musik, namun menuai penolakan dari rekan-rekannya yang non-disabilitas.
Sejumlah anak khawatir Bumi tidak akan mampu mengikuti latihan seperti yang lain, hingga sebagian dari mereka berupaya, termasuk dengan cara-cara yang tidak baik, agar Bumi tidak bisa ikut latihan.
Film ini menampilkan perjalanan Bumi membuktikan bahwa dirinya memiliki kapasitas yang setara dengan teman-temannya, dan pada akhirnya berhasil naik panggung bersama mereka.
Menyutradarai dengan Keterbatasan Melihat dan Mendengar
Sebagai sutradara dengan hambatan ganda dalam melihat dan mendengar, Wiguna menghadapi tantangan unik selama proses produksi yang berlangsung sekitar tiga minggu.
"Bagaimana saya memastikan ekspresi anak, bagaimana saya memastikan intonasi suara mereka pas dengan yang saya inginkan," ujar Wiguna.










