Menyulap Sampah Jadi Berkah

IMG-20260825-WA0072
Kolaborasi Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar, Poltekkes Kemenkes Maluku dan HAKLI Semarang, terjun ke Desa/Kecamatan Marga, Tabanan, untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah. [ist]

*Pengelola Bank Sampah Desa/Kecamatan Marga Tabanan diajarkan mengolah sampah menjadi bahan bangunan. 

*Sampah bekas pampers/popok juga disulap menjadi isian bantal dan boneka. 

TABANAN-fajarbali.com | Seperti diketahui, sejumlah daerah termasuk Bali sedang menghadapi persoalan sampah yang sangat serius. Sehingga diperlukan kerja sama semua pihak untuk mengatasinya. 

Kali ini, dari pihak perguruan tinggi, yakni Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Denpasar turut ambil bagian mengedukasi pengelolaan sampah, terutama organik dan residu. 

Berkerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Maluku, dan organisasi Profesi HAKLI Semarang, tim terjun langsung di Bank Sampah Desa/Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Senin (24/8/2026). 

Tim terdiri dari Mochammad Choirul Hadi, SKM, M.Kes dan Dr. Drs. I Wayan Sudiadnyana, SKM, M.Kes dari Poltekkes Kemenkes Denpasar, Abdul Rivai Saleh Dunggio, A.Kp, M.Kes dari Poltekkes Kemenkes Maluku dan Dr. Jamaluddin Ramelan, SKM, M.Kes dari organisasi Profesi HAKLI Semarang. 

Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Kantor Perbekel dan Wantilan Desa Marga, itu dihadiri oleh 26 orang pengelola bank sampah, 2 orang Tenaga Sanitasi Lingkungan UPTD Puskesmas I Marga, dan mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan. 

Choirul Hadi, perwakilan tim mengatakan, materi pelatihan diawali dengan penyampaian potensi nilai ekonomi dari sampah bila dikelola dengan baik, dan menyakinkan kepada peserta tentang mudahnya mengelola sampah. 

"Alat pencacah sampah, pencampur adonan sampah, dan cetakannya dibuat dengan menggunakan bahan yang ada di Marga," kata Choirul .

Selanjutnya, peserta pelatihan langsung diajak praktik membuat paving block dari sampah organik yang dibawa oleh peserta dicacah, dicampur dengan pasir, semen, kapur, dan air. Campuran tersebut dicetak menjadi bahan bangunan yang sesuai dengan rencana, seperti bata atau paving. 

Peserta juga diajari cara memanfaatkan pampers bekas menjadi isian bantal atau boneka, serta membuatnya menjadi vas bunga. Pihaknya optimis jika inovasi tersebut dilakukan secara masif di tiap-tiap bank sampah, maka sampah berubah menjadi berkah. 

BACA JUGA:  AQUA dan Citilink Perkuat Ekonomi Sirkular melalui Pengelolaan Sampah Plastik dari Aktivitas Penerbangan

Terkait kekuatan paving berbahan sampah, ia mengaku berani diuji. Ia pun mendorong masyarakat untuk mulai memanfaatkan material daur ulang tersebut sehingga pengelola bank sampah selaku produsen lebih semangat lagi. 

"Kalau sudah berkembang menjadi sebuah industri, kami rasa sampah tidak menjadi masalah," pungkasnya.

Program positif tersebut mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Desa Marga. Sekretaris Desa Marga I Wayan Sudiarta mengaku mendapatkan ilmu yang mahal dari tim akademisi. 

Program itu, kata Sudiarta, sangat relevan digencarkan di tengah situasi persampahan yang sulit dikendalikan. Penutupan TPA Suwung di Denpasar, berdampak luas ke daerah lain di luar Denpasar. 

"Kalau berbicara penyelesaian sampah ini kan perlu kerja sama dan kesadaran kolektif. Kali ini kami mendapatkan sebuah ilmu yang luar biasa mahalnya dari tim Poltekkes dan Bapak dari Semarang," pungkasnya. 

Sebagai tambahan informasi, Bali setiap hari menghasilkan ribuan ton sampah, sebagian besar masih berakhir di pembuangan akhir dengan sistem open dumping. 

Pemerintah (Kementerian Lingkungan Hidup) dan Pemerintah Daerah Bali, menyebut open dumping dalah sistem yang tidak bisa lagi diterapkan, open dumping telah mencemari lingkungan, meracuni air dan mencoreng citra Bali, termasuk Indonesia. 

Pemerintah meminta per 1 Juli 2026, seluruh masyarakat Bali harus memilah sampah secara serentak dari sumber, dan pada tanggal 1 Agustus 2026 bersamaan dengan daerah lainnya, Bali menutup open dumping untuk selamanya.

Inovasi yang dilakukan Poltekkes Kemenkes dan tim tersebut menjadi salah satu upaya nyata dalam menghadirkan solusi. [gde]

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top