Piala Ketua KNPI Diperebutkan Ratusan Kicau Mania, Momentum Rawat Persatuan

IMG-20260825-WA0004
Lomba Burung Berkicau “PIALA KETUA KNPI BALI CUP 2026” bertempat di Gantangan Sari Karya, Desa Akah, Kabupaten Klungkung, Minggu (23/8/2026). foto:ist/dok

*HUT ke-53 KNPI dirangkai HUT ke-68 Provinsi Bali sekaligus ke-81 Peringatan Kemerdekaan RI. Ada penggabungan tiga momen besar.

*Lomba kicau mania bukan ajang mengejar piala, lebih dari itu, merawat persatuan. 

*Dunia komunitas memiliki peran penting dalam membangun interaksi sosial. 

SEMARAPURA-fajarbali.com | Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) merayakan hari jadinya yang ke-53. Untuk rangkaian peringatan di Bali, ditutup dengan Lomba Burung Berkicau “PIALA KETUA KNPI BALI CUP 2026” bertempat di Gantangan Sari Karya, Desa Akah, Kabupaten Klungkung, Minggu (23/8/2026).

Ketua DPD KNPI Provinsi Bali, Anak Agung Gde Utama Indra Prayoga, SH., MH, menyebut lomba tersebut bukan sekadar kompetisi kicau burung, tetapi ruang memperkuat persaudaraan, sportivitas antarpecinta burung berkicau.

Kata Gung Indra, sapaan karibnya, ajang ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sehingga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, semangat kepemudaan dan persatuan masyarakat.

Sebanyak 298 peserta ambil bagian dalam kelas lomba yang digelar, diantaranya ada SRDC, Anis Merah, Murai Batu, Murai Batu Pastol dan lainnya.

Menurutnya, rangkaian Harlah KNPI harus mampu hadir melalui kegiatan positif yang menyentuh langsung masyarakat dan komunitas.

“Lomba burung ini diharapkan dapat menjadi kegiatan yang memberikan manfaat positif dan mempererat silaturahmi bagi seluruh peserta, panitia, komunitas, dan masyarakat yang hadir,” Jelas Gung Indra.

Gung Indra menambahkan, momentum Harlah KNPI ke-53 yang dirangkaikan dengan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus diisi dengan kegiatan yang mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan.

Ia menilai semangat persatuan tidak cukup diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui aktivitas yang melibatkan komunitas dan masyarakat secara langsung.

BACA JUGA:  Giri Prasta Ungkap Kegagalan Menjadi Paskibraka saat Sekolah

“Momentum Harlah KNPI ke-53, Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali dan HUT ke-81 Republik Indonesia harus kita isi dengan kegiatan-kegiatan nyata. Semangat persatuan dan kebersamaan tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui kegiatan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Menurut Ketua KNPI Bali tersebut, dunia komunitas memiliki peran penting dalam membangun interaksi sosial. 

"Karena itu, kegiatan seperti lomba burung berkicau dapat menjadi ruang bagi generasi muda dan masyarakat untuk membangun jejaring, dan memupuk rasa persaudaraan," imbuhnya

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan. 

Sementara para juri diharapkan menjalankan tugas secara profesional, objektif, transparan dan adil sehingga kompetisi berlangsung sehat dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh peserta.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Komang Agus Darma Suyasa mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi wadah silaturahmi antarkomunitas kicau mania di Bali.

 Ia mengapresiasi kehadiran peserta dari berbagai daerah serta menekankan pentingnya menjaga sportivitas selama perlombaan.

“Atas nama panitia, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh peserta. Kehadiran kicau mania dari berbagai daerah menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan yang positif, sportif, dan mampu mempererat persaudaraan,” kata Komang Agus yang juga pemilik Gantangan Sari Karya.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengundian doorprize, penyerahan piagam dan hadiah kepada para pemenang, serta sesi foto bersama. [gde/rel]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top