DENPASAR -sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com |Kematian Tri Nugraha akibat bunuh diri kian menguat. Kabid Labfor Mabes Polri cabang Denpasar Kombes Pol Nyoman Sukena menegaskan bahwa senpi Revolver berisi 4 peluru itu ditembakkan dari jarak dekat oleh pemiliknya Tri Nugrara saat berada di toilet Kantor Kejati Bali. Tembakan jarak dekat ini mengakibatkan tembus hingga ke punggung belakang.
Kombes Sukena menyebutkan bahwa senpi Revolver SR 38/357 T 1102-14100095 SARSILMAZ Made In Turki sudah diperiksa di labfor pascakejadian. Barang bukti lainnya yang diperiksa labfor adalah 4 peluru cal 38, selongsong peluru dan baju yang dikenakan korban saat kejadian.
Perwira melati tiga dipundak itu menjelaskan secara teknis pihaknya masih menyelidiki apakah barang bukti yang diperiksa itu mengandung GSR (Gun Shot Residu).
"Pertanyaanya bila mengandung GSR apakah benar digunakan bersangkutan? Bila di bajunya ada GSR juga, apa benar ditembak jarak dekat? Nanti itu secara teknis kita dalami," tegas Kombes Sukena, didampingi Direktur Reskrimum Kombes Dodi Rahmawan dan Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi, saat jumpa pers di Mapolda Bali Jumat (4/9/2020).
Menurutnya, pihak labfor Polda bekerjasama dengan labfor Mabes Polri cabang Denpasar saat ini sudah melakukan penyelidikan mendalam. Dimana, ditemukan ujung laras senpi tersebut positif mengandung timbal atau GSR.
"Hasil swab pangkal senpi juga positif GSR. Itu artinya benar senpi ini yang meletus. Swab lubang tembak baju korban juga positif mengandung GSR, artinya ditembakan jarak dekat. Anak peluru yang menembus dada korban juga positif mengandung GSR," beber perwira melati tiga dipundak itu.










