Pelatihan Kewirausahaan dan “Skrining Domestic Violence”, pada Ibu Balita Stunting di Desa Ababi, Karangasem

IMG-20260730-WA0004
Pelatihan Kewirausahaan dan "Skrining Domestic Violence" pada Ibu Balita Stunting di Desa Ababi, Abang, Karangasem.

AMLAPURA-fajarbali.com | Tim Pengabdi dari Poltekkes Kemenkes Denpasar, terdiri dari Dr. Bdn. Ni Komang Yuni Rahyani.,S.Si.T.,M.Kes selaku Ketua, dibantu anggota: Dr. Sri Rahayu, Dr. Ni wayan ariyani, Ngurah Sudita Puryana, serta dibantu 3 mahasiswa mahasiswa Jurusan Gizi, melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, pada 28 Juli 2026.

Pengabmas mengusung tema "Pelatihan Kewirausahaan dan "Skrining Domestic Violence" pada Ibu Balita Stunting, itu melibatkan Kader Posyandu dari 13 Posyandu dan 25 orang ibu yang memiliki balita stunting, Bidan dari Puskesmas Abang I. Pimpinan perangkat Desa Ababi juga turut hadir.

Yuni Rahyani menjelaskan, pengabmas tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian dengan skema Kajian kebijakan Strategis (KKS) tahun 2023 yang menemukan data bahwa dari 133 balita yang mengalami stunting di wilayah kerja Puskesmas Abang I dan Kubu II, ibu balita mengalami Riwayat KDRT atau Kekerasan dalam Rumah Tangga.

"Meskipun KDRT tidak secara langsung menjadi penyebab stunting, tetapi KDRT dapat menurunkan kesejahteraan perempuan dan anak di dalam keluarga," ujar Yuni Rahyani.

Berdasarkan hasil tersebut, tim pengabdi berupaya membantu meningkatkan pengetahuan dan persepsi dari ibu balita di Desa Ababi khususnya yang memiliki balita dengan tinggi badan yang kurang/diduga stunting dengan memberikan edukasi mengenai kewirausahaan dan skrining KDRT oleh kader posyandu.

Ia menjelaskan, pemateri atau narasumber kewirausahaan adalah seorang pebisnis muda /Gen, Tjokorda Putra Surya Dharma.,S.I.Kom., dengan materi "Dari dapur Rumah Menjadi sumber Penghasilan keluarga".

Menurutnya, materi yang diberikan sangat menarik yang memotivasi ibu-ibu muda dapat membantu ekonomi keluarga dari rumah dengan menghasilkan beberapa produk olahan seperti makanan ringan/snack yang bisa dijual secara online.

BACA JUGA:  Tak Kenal Lelah, Bupati Gede Dana Perjuangkan UMKM Karangasem Dapat Dana Stimulus

Selanjutnya materi kedua adalah pengenalan dan pencegahan KDRT melalui skrining oleh kader di posyandu. Kader mengatakan sangat senang bisa diberi kesempatan untuk mengenal cara mendeteksi KDRT tersebut dan mengetahui tindaklanjutnya.

Sebelumnya, peserta kegiatan pengabmas diberikan pretest dan diakhir sesi dilaksanakan posttest terkait evaluasi kegiatan pengabdian oleh pemateri.

Pengabdi di akhir kegiatan menyerahkan bahan inventaris yang mendukung upaya wirausaha bagi ibu-ibu balita di desa Ababi dan diterima langsung oleh Sekretaris Desa Ababi.

Sekretaris Desa (Sekdes) Ababi, Ni Nengah Rini, mengapresiasi penabmas ini, sebagai upaya mendukung pembangunan keluarga dan kesehatan masyarakatnya.
Rini yang hadir membuka kegiatan mewakili perbekel, berharap kerja sama dengan perguruan tinggi khususnya Poltekkes Kemenkes Denpasar terus berkesinambungan.

"Materi tentang kewirausahaan dan skrining KDRT sangat relevan untuk meningkatkan wawasan ibu-ibu di desa kami," pungkas Rini. [rel]

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top