Kecacingan dan Anemia Masih Jadi Tantangan Kesehatan Anak

IMG-20260614-WA0001-1
Tim PKM Poltekkes Kemenkes Denpasar melakukan pengabdian di SDN 5 Ketewel, Sukawati, Gianyar, guna menekan kasus infeksi Kecacingan pada murid.

GIANYAR-fajarbali.com | Infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah atau Soil Transmitted Helminths (STH) serta penyakit anemia masih menjadi tantangan kesehatan serius bagi anak-anak usia sekolah di Indonesia, tidak terkecuali di Provinsi Bali.

Padahal, anak-anak ini kelak diharapkan menjadi generasi emas tanah air yang memiliki kompetensi diri, dari segi kesehatan fisik dan mental dalam memajukan negara.

Merespons kondisi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Denpasar melaksanakan program intervensi kesehatan terpadu di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (6/6), lalu.

Pengabdian Kepada Masyarakat Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini, Diketuai Ida Bagus Oka Suyasa, S.Si. M.Si., bersama dua anggota; I Nyoman Purna, S.Pd., M.Si dan Ni Nyoman Astika Dewi, S.Gz, M.Biomed., serta melibatkan lima mahasiswa.

Kegiatan yang menyasar siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 ini mengombinasikan metode edukasi interaktif dengan pemeriksaan klinis laboratorium berbasis lapangan. Langkah nyata ini diambil sebagai upaya preventif untuk melindungi tumbuh kembang fisik dan intelektual generasi muda yang menjadi aset masa depan bangsa.

Ida Bagus Oka Suyasa menjelaskan bahwa infeksi cacing tidak boleh disepelekan karena berdampak makro terhadap kerugian gizi dan penurunan kualitas sumber daya manusia.

"Infeksi cacing gelang, cambuk, dan tambang secara kumulatif dapat menyebabkan hilangnya zat gizi esensial serta memicu defisit darah dalam tubuh anak. Jika dibiarkan, kondisi ini akan bermuara pada anemia, menurunkan konsentrasi belajar, hingga mengganggu pertumbuhan anak secara permanen," jelas Ida Bagus Oka Suyasa.

Menurutnya, Program PKM ini hadir untuk mengisi ruang kolaborasi yang belum terakomodasi sepenuhnya dalam program kerja Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) mandiri.

Ia menguraikan, rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan menggunakan multi-metode yang menarik perhatian anak-anak, seperti pembagian media edukasi berupa flyer, poster, booklet "Mencegah Infeksi Kecacingan" dan pemutaran video animasi interaktif mengenai tata cara mencuci tangan pakai sabun (CTPS) yang benar.

Tidak hanya memberikan teori, Tim PKM yang bekerja sama secara aktif dengan pihak Sekolah juga melakukan skrining kesehatan langsung yang meliputi:
Skrining Anemia: Pengukuran kadar Hemoglobin (Hb) darah tepi menggunakan metode Point of Care Testing (POCT) untuk mendeteksi dini gejala anemia.
Skrining Kecacingan: Pengumpulan dan pemeriksaan mikroskopis sampel feses siswa guna mendeteksi ada tidaknya kontaminasi telur cacing STH.

BACA JUGA:  Soal Korona, Dinkes Bali Harapkan Masyarakat Bali Tak Panik

Penyerahan Investasi Mitra dari Poltekkes Kemenkes Denpasar kepada Kepala Sekolah SDN 5 Ketewel untuk mendukung UKS sebagai unit kesehatan di tingkat sekolah berupa : Almari kaca, kotak P3K, Stetoskop, Tensimeter, Media Edukasi berupa booklet, poster dan flyer.

Kepala SDN 5 Ketewel I Gusti Ayu Sri Sumarniasih, S.Pd.SD., M.Pd., menyambut baik dan mengapresiasi penuh inisiatif ini. Pihak sekolah memfasilitasi seluruh kebutuhan sarana tempat dan membantu mobilisasi siswa beserta perizinan (informed consent) dari orang tua.

"Kami sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan feses dan Hb gratis ini. Ini adalah langkah awal yang sangat baik agar program UKS kami ke depan bisa lebih aktif dan mandiri dalam menjaga kesehatan siswa didik terutama pada langkah preventif dan promotive" ungkap Ayu Sumarniasih.

Melalui data hasil pemeriksaan laboratorium yang diperoleh, Tim PKM bersama Puskesmas Sukawati I nantinya akan memberikan rekomendasi tindak lanjut dan rujukan medis bagi siswa yang terindikasi positif, sehingga penanganan obat cacing maupun pemenuhan nutrisi dapat diberikan secara tepat sasaran.

Melalui pengabmas yang di gagas oleh tim pengabdi dari Poltekkes Kemenkes Denpasar ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran (awareness) masyarakat umum mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini guna memutus rantai penularan kecacingan dan mencegah anemia pada anak Indonesia.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top