Dukung Perayaan Galungan dan Kuningan yang Aman, PLN Bali Perkuat Literasi Keselamatan Listrik

IMG-20260611-WA0071
Forum Group Discussion (FGD) bertema “Kolaborasi Akulturasi Budaya dan Teknologi dalam Peningkatan Pelayanan dan Keselamatan Ketenagalistrikan di PLN Bali", di Denpasar, Kamis (11/6/2026).

DENPASAR-fajarbali.com | Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali memperkuat literasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat melalui Forum Group Discussion (FGD) bertema “Kolaborasi Akulturasi Budaya dan Teknologi dalam Peningkatan Pelayanan dan Keselamatan Ketenagalistrikan di PLN Bali", di Denpasar, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang melibatkan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali dan insan media ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan listrik yang aman sekaligus mendukung kelancaran rangkaian perayaan hari raya di seluruh Bali.

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Bali, Imbar Susanto, mengatakan bahwa menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, PLN tidak hanya memastikan keandalan pasokan listrik, tetapi juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keselamatan ketenagalistrikan.

“Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, PLN siap dengan pasokan listrik yang andal agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan tradisi dengan nyaman. Layanan kami juga selalu siap hadir ketika dibutuhkan masyarakat. Melayani dengan cepat merupakan komitmen kami, namun keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Melalui forum ini kami berharap sinergi dengan media dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjalin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan listrik,” ujar Imbar.

Manager K3L dan Keamanan PLN UID Bali, I Made Ariana, menjelaskan bahwa momentum hari raya umumnya diikuti peningkatan penggunaan peralatan listrik untuk mendukung berbagai kegiatan adat dan keagamaan. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai penggunaan instalasi listrik yang aman dan sesuai standar.

“Menjelang hari raya, kebutuhan listrik masyarakat cenderung meningkat. Penggunaan stop kontak secara berlebihan, instalasi yang tidak memenuhi standar, maupun penambahan peralatan listrik tanpa memperhatikan kapasitas instalasi dapat memicu korsleting yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” jelas Ariana.

BACA JUGA:  ATR/BPN dan KPK Jadikan Sulut Percontohan Transformasi Layanan Pertanahan

Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, menggunakan peralatan berstandar, menghindari penumpukan colokan listrik, serta segera melaporkan potensi gangguan maupun kondisi berbahaya melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 agar dapat ditangani dengan cepat oleh petugas.

Selain aspek teknis, forum tersebut juga menghadirkan perspektif budaya dan kearifan lokal melalui pemaparan perwakilan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Bagus Purwa Sidemen. Menurutnya, nilai-nilai budaya Bali mengajarkan keharmonisan antara manusia, alam, dan lingkungan, termasuk dalam memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan aman.

“Keselamatan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Masyarakat Bali memiliki kearifan lokal yang mengajarkan keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan. Nilai-nilai tersebut juga relevan dalam penggunaan listrik, sehingga aktivitas adat dan keagamaan dapat berlangsung dengan aman tanpa menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujarnya.

Diskusi yang dipandu oleh Arief Wibisono, Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali Bidang Pendidikan, berlangsung interaktif dengan berbagai pembahasan mengenai keselamatan instalasi listrik rumah tangga, pentingnya penggunaan peralatan berstandar, hingga peran desa adat dalam mendukung penyebarluasan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, para peserta juga membahas pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instalasi listrik yang sesuai standar, terutama saat pemasangan perlengkapan pendukung upacara dan kegiatan keagamaan yang berpotensi meningkatkan beban listrik rumah tangga. Edukasi mengenai jarak aman terhadap jaringan listrik, penggunaan peralatan yang memenuhi standar, serta pelaporan dini terhadap potensi gangguan menjadi poin penting yang disampaikan kepada masyarakat.

Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut menghasilkan kesamaan pandangan bahwa keselamatan ketenagalistrikan harus menjadi bagian dari budaya masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang identik dengan meningkatnya aktivitas serta kebutuhan listrik.

BACA JUGA:  Bangun Keluarga Berkualitas: Kemendukbangga/ BKKBN perwakilan BKKBN Provinsi Bali Pererat Kerja Sama dengan Kemenag Provinsi Bali

Selain memastikan keandalan pasokan listrik, upaya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan listrik yang aman juga menjadi faktor penting dalam mencegah potensi gangguan maupun kecelakaan ketenagalistrikan.

Melalui kolaborasi antara PLN, Majelis Desa Adat, media, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan budaya sadar keselamatan semakin tumbuh dan selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal Bali. Dengan demikian, seluruh rangkaian perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan dapat berlangsung dengan khidmat, aman, nyaman, serta didukung pasokan listrik yang andal bagi seluruh masyarakat Bali. [rel/gde)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top