Masalah Remaja Makin Kompleks, PKBI Bali Gencarkan Pendidikan Kespro

DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Pendidikan Kesehatan reproduksi (Kespro) belum sepenuhnya diberikan dalam kurikulum pendidikan, padahal pendidikan kespro ini sangat penting diberikan sejak dini, terutama di masa akil balik remaja.

Direktur Eksekutif Daerah Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Bali, I Komang Sutrisna, SH., mengatakan berawal dari berbagai persoalan reproduksi di kalangan remaja yang begitu kompleks saat ini, PKBI Daerah Bali bekerjasama dengan pemerintah Kota Denpasar pada 2018 mengimplementasikan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual pada remaja di sekolah percontohan serta dilakukan penelitian terkait dengan hal tersebut.

Lima sekolah SMP di Kota Denpasar, dijadikan sebagai sekolah percontohan. "Penelitian fokus untuk melihat keefektifan dan dampak pendidikan seksualitas yang komprehensif (CSE) pada siswa SMP. Penelitian dampak pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif yang disebut dengan SETARA (semangat dunia remaja) telah dilaksanakan pada 2019 oleh karenanya perlu dilakukan penyampaian perkembangan dan hasil riset serta diskusi terkait dengan pemanfaatan hasil penelitian tersebut," ucap Sutrisna saat membuka Webinar Diseminasi penelitian pendidikan Kespro di Kota Denpasar, dengan pihak jurnalis dan media, Senin (27/7/2020).

Webinar yang melibatkan pembicara dari Rutgers WPF Indonesia yaitu Wina dan Kristi serta dari Kisara PKBI Bali, Eka Purni, ada juga penyampaian para Kepala Sekolah Percontohan terkait manfaat dan kendala yang dihadapi dalam memberikan pembelajaran Kespro. "Pendidikan Kespro dirancang untuk menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi remaja," ungkapnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top