SEMARAPURA-fajarbali.com | Usaha pemindangan tradisional di Sentra Pemindangan Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, mampu memproduksi hingga 300 keranjang ikan per hari.
Peningkatan kapasitas produksi tersebut ditopang tambahan modal dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperbesar operasional, menambah perlengkapan produksi, hingga mengembangkan usaha penjualan garam dan keranjang ikan.
Pelaku usaha pemindangan, Ni Wayan Suitari, Kamis (21/5/2026), mengatakan produksi ikan pindang dilakukan sejak pagi hari dan biasanya seluruh hasil rebusan telah diambil pembeli sebelum siang.
“Kalau sudah panas, perebusan sekitar 15 menit sekali angkat. Mulai jam tujuh pagi, biasanya jam sebelas sudah diambil pembeli,” ujar Suitari di lokasi usaha pemindangan Kusamba.
Menurut dia, jumlah produksi sangat bergantung pada pasokan ikan dan pesanan pasar. Dalam kondisi normal, usaha miliknya mampu mengolah rata-rata 300 keranjang per hari. Namun saat permintaan meningkat, produksi bisa lebih tinggi.
Ikan yang dipindang berasal dari sejumlah daerah seperti Negara, Karangasem hingga pasokan dari Jawa. Saat musim paceklik ikan di Bali, pasokan dari luar daerah menjadi penopang utama agar produksi tetap berjalan.
“Kalau musim ikan kurang biasanya pertengahan tahun atau akhir tahun. Kadang ikan dari Jawa juga susah,” katanya.
Suitari mengatakan dirinya telah menjadi nasabah BRI selama lebih dari 10 tahun. Ia mengaku sudah dua kali memperoleh pinjaman hingga Rp100 juta. Modal tersebut awalnya digunakan untuk usaha penjualan keranjang, sebelum akhirnya dipakai memperluas usaha pemindangan dan penjualan garam.










