Dispar Badung Undang 70 Pebisnis Biro Perjalanan Wisata dari India

IMG-20260513-WA0081
Kunjungan 70 orang wisatawan mancanegara yang didominasi pelaku biro perjalanan wisata dari India ke DTW Pura Taman Ayun, Mengwi, Rabu (13/5/2026).

MANGUPURA-fajarbali.com | Dinas Pariwisata (Dispar) Badung yang kini dipimpin AA Putri Mas Agung, mendatangkan 70 wisatawan asal India. Mereka bukan wisatawan biasa, tetapi didominasi pebisnis biro perjalanan wisata. 

Ditemui saat kunjungan dan jamuan makan malam di areal Pura Taman Ayun Mengwi, Putri Mas Agung menjelaskan, strategi ini merupakan inovasi yang efektif dan efesien. Bos-bos agen travel itu, diajak mengunjungi berbagai destinasi unggulan di Gumi Keris. Termasuk DTW Pura Taman Ayun, Rabu (13/5/2026).

"Mereka kami datangkan langsung ke Badung, kemudian mereka yang membantu promosi di negaranya. Saya rasa sangat efektif. Orang-orang asli sana [India] pasti percaya karena yang menceritakan orang mereka sendiri," jelas Putri Mas Agung.

Model ini dinilai lebih efesien daripada pihak dispar yang keliling dunia melakukan promosi. Apalagi harga tiket keluar negeri serta ketidakpastian global tengah melanda dunia.

"Kalau kita yang ke sana promosi, makan biaya tinggi, kemudian kita hanya bawa brosur dan vidio. Kalau ini kan mereka lihat langsung. Semacam story telling yang akan mereka bawa di negaranya," ungkapnya. 

India, lanjut Putri Mas Agung, menjadi target wisatawan mancanegara karena posisinya masuk tiga besar yang berkunjung ke Bali. Faktor kesamaan keyakinan dinilai memiliki daya tarik tersendiri. Selain itu, wisatawan India juga terbukti mendukung UMKM Bali dengan berbelanja produk-produk lokal. 

Momentum ini sekaligus dijadikan langkah pemerataan pariwisata Badung. Wisatawan diarahkan mengunjungi destinasi wisata di Badung tengah dan utara. Potensi desa-desa wisata juga dimaksimalkan. 

Pemerataan dilakukan sebagai bagian dari perluasan dampak ekonomi serta memecah kemacetan di Badung selatan. "India sangat potensial bagi kita saat ini. Salah satu sebabnya India tidak berhubungan langsung dengan konflik Timur Tengah," ungkapnya.

BACA JUGA:  "Sunset BBQ Night": Ketika Kuliner, Hiburan, dan Keindahan Bali Bersatu di HARRIS Hotel Sunset Road.

Pada kesempatan yang sama, Ida Cokorda Mengwi XIII selaku tuan rumah/pengelola Pura Taman Ayun, mengapresiasi kreativitas promosi Dispar Badung di tengah efisensi anggaran. 

Mantan Bupati Badung dua periode (2005-2015) ini pun menyakinkan, pariwisata Bali harus tetap optimis menghadapi segala situasi, termasuk geopolitik global yang tidak baik-baik saja. 

Menurut Ida Cokorda, apapun situasinya pasti ada celah untuk dimanfaatkan. Misalnya dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) justru ajang yang bagus menarik wisatawan mancanegara datang ke Bali.

"Nilai Dolar Amerika Serikat kan saat ini mahal terhadap rupiah. Sebenarnya jadi momen menarik wisatawan karena mereka ke sini hitungannya murah," ujarnya. 

Untuk mewujudkan pariwisata berkelas dunia, Ida Cokorda menyarankan pemerintah daerah segera menuntaskan masalah kemacetan dan sampah. Dua persoalan krusial tersebut sangat mencoreng citra Bali. "Kalau wisatawan ketemu macet mereka pikir buang-buang waktu saja. Mana mau mereka ke sini," Ida Cokorda. 

Lebih lanjut, khusus kunjungan ke DTW Taman Ayun, rata-rata saat ini berjumlah 500 orang perhari. Sebelum pandemi covid-19 bahkan rata-rata harian tembus 1000 pengunjung.

Ia mengakui wisatawan asal India mendominasi kunjungan ke Taman Ayun. Berikutnya ia menyarankan Dispar Badung mengundang biro perjalanan wisata Tiongkok karena wisatawan Tiongkok juga menjadi andalan bagi Bali dan Badung selama ini. (gde)

 

 

 

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top