Unwar Mulai Terima Mahasiswa Baru Prodi Sarjana Fisioterapi 

IMG-20260511-WA0008
Rektor Universitas Warmadewa (Unwar) Prof. Dr. I Gde Suranaya Pandit, MP., menerima Surat Keputusan (SK) pembukaan Program Studi (Prodi) S1 Fisioterapi yang diserahkan Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Dr. IGL Bagus Eratodi, di Kampus Unwar, Senin (11/05/2026).

DENPASAR-fajarbali.com | Rektor Universitas Warmadewa (Unwar) Prof. Dr. I Gde Suranaya Pandit, MP., menerima Surat Keputusan (SK) pembukaan Program Studi (Prodi) S1 Fisioterapi yang diserahkan Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Dr. IGL Bagus Eratodi, di Kampus Unwar, Senin (11/05/2026).

Dengan diterimanya SK tersebut, Unwar secara resmi membuka penerimaan mahasiswa baru (Penmaru) untuk Program Studi S1 Fisioterapi.

Penyerahan SK tersebut turut disaksikan oleh Wakil Rektor BARPM Unwar, Dekan FKIK Unwar, Ketua Program Studi Fisioterapi Unwar, serta dosen fisioterapi Universitas Warmadewa. Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penyerahan SK Nomenklatur Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Unwar. 

Ketua Program Studi S1 Fisioterapi Unwar dr. Tanjung Subrata, M.Repro, AIFO-K menjelaskan bahwa Prodi S1 Fisioterapi Unwar hadir dengan konsep dan keunggulan yang berbeda dibandingkan program studi sejenis di Bali.

Ia mengakui tantangan yang dihadapi cukup besar karena Prodi Fisioterapi Unwar merupakan program studi fisioterapi kelima di Bali sekaligus yang paling muda.

Menurutnya, keunggulan utama yang diusung adalah konsep anti-aging dan fitness fisioterapi yang saat ini berkembang pesat di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kebugaran.

“Dari awal kami menyampaikan bahwa yang akan dikedepankan adalah keunggulannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat tujuh poin utama yang menjadi penguatan kurikulum, yakni anti-aging physiotherapy, fitness assessment, resistance training, corrective exercise, functional training, therapeutic exercise programs, serta pengembangan keterampilan kebugaran berbasis fisioterapi.

Melalui konsep tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pendidikan formal sebagai sarjana fisioterapi, tetapi juga mendapatkan keterampilan tambahan di bidang kebugaran profesional berbasis evidence based.

Ia menilai industri fitness di Indonesia berkembang sangat pesat, namun belum diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki pendidikan formal di bidang kebugaran.

BACA JUGA:  SDM Cetakan Poltekkes Denpasar Bisa Diadu Hingga ke Luar Negeri

“Selama ini yang ada hanya pelatihan singkat dan sertifikasi personal trainer. Padahal tanggung jawab seorang trainer sangat besar,” ungkapnya.

Karena itu, Prodi S1 Fisioterapi Unwar diyakini mampu menjadi salah satu pelopor pendidikan formal berbasis fitness dan kebugaran di Indonesia dengan dukungan tenaga pengajar profesional dan dasar ilmu kesehatan yang kuat.

Selain memahami latihan kebugaran, lulusan Prodi S1 Fisioterapi nantinya juga dibekali kemampuan dasar kesehatan dan pertolongan pertama untuk menangani kondisi darurat saat aktivitas kebugaran berlangsung.

Sementara itu, Dekan FKIK Unwar dr. Made Indra Wijaya, MARS., Ph.D., FISQua., menyampaikan bahwa pembukaan Prodi S1 Fisioterapi menjadi langkah penting dalam pengembangan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.

Menurutnya, kehadiran Prodi Fisioterapi akhirnya melengkapi identitas FKIK yang selama hampir 18 tahun belum memiliki program studi yang secara khusus merepresentasikan bidang ilmu kesehatan.

“Pembukaan Prodi baru ini menjawab nama dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setelah hampir 18 tahun, akhirnya FKIK memiliki program studi yang benar-benar mencerminkan bidang ilmu kesehatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebutuhan tenaga fisioterapi akan terus meningkat karena layanan fisioterapi menjadi bagian penting dan wajib tersedia di rumah sakit. Selain itu, peluang lulusan fisioterapi di sektor wellness dan kebugaran juga dinilai sangat besar, khususnya di Bali sebagai destinasi wisata dunia.

“Kedepannya saya yakin pusat-pusat wellness juga akan sangat memerlukan lulusan fisioterapi,” tambahnya.

Rektor Prof. Suranaya Pandit, MP., turut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terbitnya izin pembukaan Prodi S1 Fisioterapi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

“Atas nama Rektor Universitas Warmadewa, kami mengucapkan selamat dan sukses atas izin yang telah dikeluarkan kementerian terhadap usulan Prodi S1 Fisioterapi Universitas Warmadewa,” ujarnya.

BACA JUGA:  Segera Buka Program Pendidikan Dokter Subspesialis Ilmu Penyakit Dalam, Tim Asesor Gelar Visitasi ke FK Unud

Dengan hadirnya Prodi S1 Fisioterapi, FKIK Universitas Warmadewa kini membawahi tiga program studi, yakni Program Studi Kedokteran, Program Profesi Dokter, dan Program Studi Fisioterapi.

Rektor menjelaskan bahwa Prodi Fisioterapi Universitas Warmadewa dirancang memiliki karakteristik khusus yang selaras dengan identitas Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Program studi ini nantinya tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga mengembangkan konsep fisioterapi berbasis healing dan yoga.

“Prodi Fisioterapi ini nantinya menyediakan sarana healing dan yoga sebagai bagian dari kelengkapan pembelajaran. Ini akan menjadi kekhasan dari Prodi Fisioterapi Universitas Warmadewa,” jelasnya.

Selain itu, Prodi Fisioterapi juga diproyeksikan menjadi program studi berstandar internasional dengan berbagai moda pembelajaran berbasis healing dan yoga yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat dan bersertifikat internasional.

Sebagai penunjang pembelajaran, Prodi ini juga akan dilengkapi fasilitas gym, terapi, dan massage therapy sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa.

Menutup pernyataannya, rektor berharap Prodi S1 Fisioterapi Unwar dapat berkembang menjadi ikon baru Unwar di bidang pendidikan kesehatan dan wisata kesehatan berbasis budaya Bali.

“Sekali lagi selamat dan sukses, semoga Prodi Fisioterapi ini ke depan menjadi ikon Universitas Warmadewa,” pungkasnya. (rel/gde)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top