DENPASAR -fajarbali.com |Buntut keributan yang terjadi di kos-kosan di Jalan Tunjung Biru, Lingkungan Taruna Bineka, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, pada Minggu 26 April 202 dini hari, sejauh ini Polisi telah mengamankan 3 orang pemuda. Ketiganya kini masih berstatus sebagai saksi.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, ketiga orang yang diamankan itu berasal dari kelompok AS. Sedangkan dari kelompok lawan masih dalam proses penyelidikan.
“Sudah ada tiga orang yang kami amankan dari kelompok AS. Untuk kelompok lawannya masih diselidiki,” ungkap Iptu Azel, pada Senin 27 April 2026.
Diterangkanya, dalam penyelidikan kali ini pihaknya akan fokus pada penggunaan senjata tajam (sajam) yang digunakan saat terjadi bentrok di TKP. Selain itu, dari hasil pemeriksaan terhadap kelompok AS, belum ditemukan bukti penggunaan sajam.
"Dugaan sementara, sajam justru diduga dibawa oleh kelompok lawan," imbuhnya.
Iptu Azel mengatakan, ketiga orang yang diamankan itu masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mendalami keterlibatan masing-masing dalam bentrokan tersebut. Selain itu, penyidik juga masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti tambahan.
"Barang bukti yang telah diamankan sementara berupa batu yang ditemukan di dalam mobil korban usai terkena lemparan. Sedangkan barang bukti terkait dugaan senjata tajam masih dalam pencarian," ujarnya.
Ia menjelaskan, soal kaca mobil yang rusak diduga akibat terkena lemparan batu saat bentrokan berlangsung, permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan antara pemilik mobil dengan pihak AS.
"Kerusakan mobil sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Kerugian ditanggung secara sukarela oleh AS, walaupun belum dapat dipastikan siapa yang melempar batu hingga mengenai mobil,” ujarnya.
Disebutkan, keributan pecah antar dua kelompok pemuda di sebuah kos-kosan di Jalan Tunjung Biru, Lingkungan Taruna Bineka, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Minggu 26 April 2026 dini hari.
Bentrokan dipicu pesta minuman keras (miras) hingga berujung saling lempar batu. Satu unit mobil Avanza warna putih milik warga setempat dirusak oleh para pelaku.
Aksi penyerangan ini dilakukan sekitar 15 sampai 20 orang dari kelompok Gregorius Andrean Solo alias AS. Puluhan penyerang itu datang mengendarai sepeda motor dan membawa senjata tajam.
Mereka melempari rumah warga untuk mencari Andre Nani dan Ino Nani, dua kakak beradik asal NTT yang kos di tempat tersebut. Aksi saling balas lempar batu pun terjadi hingga membuat warga ketakutan.
Kedua kakak beradik itu sebelumnya terlibat perkelahian dengan AS. Perkelahian terjadi gegara gelas yang digunakan untuk minuman keras (miras) pecah akibat tersenggol. Tak lama, para penyerang kabur usai Kepala Dusun dan Pecalang setempat datang ke lokasi. R-005










