DENPASAR -fajarbali.com |Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Agus Riwayanto Diputra menegaskan bahwa penyidik akan melibatkan tim digital forensik dan berkoordinasi dengan psikolog guna mengetahui secara pasti psikis terhadap korban, inisial KA (13). Pelajar SD perempuan itu diketahui meloncat dari lantai 3 gedung Pasar Desa Adat Serangan, Denpasar Selatan, Minggu 19 April 2026. Aksi nekat itu dilakukan korban lantaran terinspirasi game online OMORI.
Kompol Agus mengatakan, pihaknya telah melakukan serangkaian pemeriksaan dibantu Tim Ditressiber Polda Bali, termasuk mengamankan hp korban yang digunakan untuk merekam kejadian tersebut.
"HP korban yang digunakan untuk merekam kejadian sudah diamankan untuk kepentingan pemeriksaan," ungkapnya, pada Kamis 23 April 2026.
Dibeberkanya, dari hasil penyelidikan awal, penyidik memastikan tidak menemukan indikasi perundungan atau bullying yang menjadi pemicu insiden tersebut. Dipastikan, dugaan mengarah kepada pengaruh dari konten digital yang dikonsumsi korban.
Mantan Kapolsek Kuta ini mengatakan penyidik telah berkoordinasi dengan psikolog untuk menelusuri kondisi psikis korban. Sebab dari hasil penyelidikan ditemukan adanya indikasi korban termotivasi oleh salah satu game online yang memengaruhi keinginannya mencoba aksi berbahaya demi mengikuti tren viral.
"Jadi, ada sedikit peran atau imbas dari game online yang dikonsumsi korban sehingga muncul motivasi untuk mencoba tren tersebut dan ingin membuatnya viral," bebernya.
Tidak hanya psikolog, pihak kepolisian juga akan meminta bantuan tim digital forensik guna menelusuri aktivitas digital korban, termasuk riwayat penggunaan aplikasi dan konten yang diakses melalui handphone korban. Dari hasil analisis sementara, ditemukan adanya keterkaitan dengan game psikologis yang diduga memengaruhi pola pikir korban.
"Dalam penjelasan digital forensik, ada game yang memang buat dia termotivasi untuk membuat trend di media sosial," ungkapnya.
Kompol Agus menyebutkan korban KA dikenal sebagai anak yang pendiam, namun tetap aktif bersosialisasi di lingkungan pergaulannya. Selain itu, penyidik juga akan memeriksa rekan korban yang berada di lokasi kejadian.
"Rekan yang merekam insiden itu disebut tidak mengetahui korban akan melakukan aksi tersebut. Teman korban tidak menyangka kejadian itu akan terjadi. Mereka tidak mengetahui korban akan melakukan tindakan tersebut," sebutnya.
Ia kembali menegaskan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), pemerintah provinsi, serta Diskominfo Bali, untuk langkah mengantisipasi ke depan.
"Kami pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat, khususnya orangtua, agar lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak-anak sebagai langkah antisipasi kejadian yang tidak diinginkan," pungkasnya.
Seperti diberitakan, seorang remaja perempuan berinisial KA (13) nekat melompat dari lantai tiga Pasar Desa Adat Serangan, Jalan Tukad Penataran, Kelurahan Serangan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Minggu 19 April 2026 sekitar pukul 17.00 WITA. Dari insiden itu, pelajar kelas 6 SD itu mengalami patah tulang pada kedua kaki serta tangan kanan, dan sempat tidak sadarkan diri. R-005









