DENPASAR-fajarbali.com | Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr.dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For.,M.A.R.S. bersama Rektor Universitas Udayana (Unud) melakukan audiensi dengan Gubernur Bali Wayan Koster guna mematangkan pelaksanaan Simposium Nasional Kependudukan 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23 April mendatang di Kampus Jimbaran.
Pertemuan ini menegaskan penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam merespons isu strategis kependudukan yang kian kompleks.
Simposium tersebut merupakan implementasi nota kesepahaman dalam program Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan. Universitas Udayana diposisikan sebagai salah satu simpul penting dalam pengembangan kajian berbasis bukti terkait dinamika demografi, sekaligus menjadi ruang konsolidasi gagasan lintas sektor.
Agenda ini juga akan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan nasional, termasuk kementerian terkait, akademisi, serta organisasi internasional.
Gubernur Bali dijadwalkan membuka kegiatan sekaligus menyampaikan arah kebijakan pembangunan daerah, termasuk visi jangka panjang hingga 100 tahun ke depan. Paparan tersebut dinilai krusial dalam mengaitkan kebijakan kependudukan dengan perencanaan pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah.
Dalam konteks tersebut, simposium mengangkat tema “Memajukan Ketahanan Demografi dan Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Inklusif: Inovasi Kebijakan Berbasis Bukti.”
Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang adaptif, berbasis data empiris, dan mampu menjawab tantangan lintas sektor, termasuk penguatan care economy, perlindungan sosial, serta integrasi kebijakan pendidikan dan ketenagakerjaan.
Dalam audiensi tersebut, dr. Luhde juga memohon dukungan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam Penyusunan Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) di Provinsi Bali.
PJPK merupakan instrumen strategis dalam mengarahkan kebijakan kependudukan secara terencana dan terukur, sejalan dengan Desain Besar Pembangunan Kependudukan 2025–2045.
Tidak hanya menyoroti aspek kuantitas penduduk, pendekatan ini juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ketahanan keluarga, serta pengelolaan mobilitas dan persebaran penduduk.
Melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya, hasil simposium ini diharapkan menjadi pijakan konkret dalam mengoptimalkan bonus demografi sekaligus menjaga stabilitas pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.










