Bukan Sekadar Belok, Inilah Teknik Profesional Berkendara Aman di Persimpangan

15-at-10.38.52
Sering terabaikan, pentingnya memahami kondisi jalan dan kendaraan saat berbelok agar tetap safety.

DENPASAR-fajarbali.com | Persimpangan jalan kerap menjadi titik krusial yang menentukan keselamatan para pengguna jalan raya. Sebagai area pertemuan berbagai arus kendaraan dari arah yang berbeda, persimpangan menuntut kewaspadaan tinggi serta penguasaan teknik berkendara yang mumpuni. Menyadari risiko tersebut, Astra Motor Bali melalui kampanye keselamatan berkendara bertajuk #Cari_Aman membagikan panduan komprehensif bagi pengendara sepeda motor guna meminimalisir potensi kecelakaan saat melakukan manuver berbelok.

Langkah keselamatan ini dimulai jauh sebelum roda kendaraan menyentuh garis persimpangan. Tahap persiapan menjadi pondasi utama; pengendara diwajibkan melakukan pengecekan spion dan mengaktifkan lampu sein setidaknya 30 meter sebelum titik belok. Komunikasi visual ini sangat penting agar pengguna jalan lain memiliki waktu yang cukup untuk mengantisipasi pergerakan kita. Selain itu, penempatan posisi kendaraan yang sesuai dengan marka jalan, baik merapat ke kiri untuk belok kiri maupun ke tengah jalur untuk belok kanan menjadi kunci keteraturan arus lalu lintas.

Kecepatan juga menjadi variabel yang harus dikelola dengan bijak melalui pengereman halus sebelum memasuki area tikungan. Instruktur safety riding menyarankan agar pengendara menghindari pengereman mendadak saat posisi motor mulai miring, karena hal ini dapat mengganggu stabilitas kendaraan. Dengan mengurangi kecepatan lebih awal, pengendara memiliki kontrol penuh terhadap motornya, sehingga transisi dari jalur lurus ke jalur berbelok dapat dilakukan dengan jauh lebih mulus dan terukur.

Saat memasuki tahap eksekusi atau saat motor mulai berbelok, arah pandangan memegang peranan vital. Teknik look through, yakni mengarahkan pandangan jauh ke titik tujuan atau akhir tikungan, terbukti efektif menjaga keseimbangan dibandingkan hanya menatap ban depan. Fokus pada tujuan membantu otak mengoordinasikan tubuh dan kendaraan untuk tetap berada pada jalur yang diinginkan. Dalam posisi ini, penggunaan rem belakang secara halus jauh lebih disarankan untuk mengontrol kecepatan tanpa risiko selip yang sering dipicu oleh rem depan.

BACA JUGA:  Astra Motor Bali Ajak Komunitas Honda Bali Dukung Pebalap Lewat Nobar WSBK dan IATC

Kestabilan tenaga mesin juga tidak boleh luput dari perhatian. Pengendara diimbau untuk menjaga tarikan gas tetap konstan, menghindari tindakan menutup atau menarik tuas gas secara mengejutkan demi menjaga traksi ban tetap optimal di permukaan aspal. Untuk manuver di persimpangan dengan kecepatan rendah, teknik lean-with di mana posisi tubuh mengikuti kemiringan motor menjadi postur paling ideal. Pastikan kedua kaki tetap kokoh di atas footstep untuk menghindari risiko cedera akibat benturan benda asing di jalan.

Selain teknik fisik, pemahaman terhadap lingkungan sekitar menjadi faktor pendukung keselamatan yang krusial. Marka jalan seperti zebra cross perlu diwaspadai karena permukaannya cenderung licin, terutama saat kondisi basah setelah hujan. Pengendara juga harus memiliki kesadaran terhadap blind spot atau titik buta kendaraan besar seperti mobil dan truk. Menjaga jarak aman dan memastikan keberadaan kita terlihat oleh pengemudi lain adalah langkah preventif yang sangat cerdas untuk menghindari jepitan di area sempit persimpangan.

Yosepth Klaudius selaku Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, menegaskan bahwa kampanye #Cari_Aman bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk menumbuhkan budaya keselamatan di masyarakat. "Persimpangan memiliki potensi risiko tinggi karena kompleksitas arusnya. Kami ingin setiap pengendara memahami bahwa keselamatan dimulai dari teknik yang benar dan kesadaran untuk saling menghargai sesama pengguna jalan," ujarnya seraya menambahkan jika penegakan aturan lalu lintas, termasuk kepatuhan terhadap lampu isyarat, tetap menjadi landasan utama yang tidak boleh ditawar.

Kesimpulannya, berkendara aman di persimpangan adalah perpaduan antara keterampilan teknis, kesiapan mental, dan etika berlalu lintas. Dengan menerapkan langkah-langkah mulai dari persiapan hingga eksekusi yang tepat, risiko kecelakaan dapat ditekan secara signifikan. Tetap tenang, selalu waspada, dan membuang jauh-jauh sikap terburu-buru adalah kunci utama bagi setiap biker untuk sampai ke tujuan dengan selamat. Mari jadikan keselamatan sebagai gaya hidup dengan selalu mengedepankan prinsip safety riding di setiap perjalanan. (M-001)

BACA JUGA:  Tingkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi, Astra Motor Bali Adakan TFT Kurikulum Merdeka Untuk SMK Binaan

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top