Sidak Pangan Karya IBTK 2026, Nihil Bahan Berbahaya dan Makanan Pedagang Layak Konsumsi

2026-04-03-at-22.28.20
Sinergi BBPOM Denpasar dan Badan Pengelola Besakih pastikan konsumsi pamedek aman.

AMLAPURA-fajarbali.com | Dalam upaya mendukung pelaksanaan karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026, Badan Pengelola FKSPA Besakih memperketat pengawasan terhadap kualitas konsumsi di kawasan suci. Bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, tim gabungan menggelar aksi edukasi sekaligus inspeksi mendadak (sidak) terhadap para pedagang makanan cepat saji. Langkah ini diambil guna memastikan setiap hidangan yang dijajakan memenuhi standar keamanan pangan bagi ribuan pamedek dan wisatawan yang hadir.

Kegiatan yang berlangsung secara komprehensif ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan fisik, tetapi juga melibatkan uji sampling secara langsung di lapangan. Petugas dari UPTD Puskesmas Rendang dan Poltekkes Kemenkes Denpasar menyisir lapak pedagang untuk mengecek parameter kebersihan serta higiene sanitasi. Upaya ini merupakan bentuk proteksi dini agar masyarakat terhindar dari risiko gangguan kesehatan akibat kontaminasi bahan pangan yang tidak layak selama masa perayaan berlangsung.

Demi menjaga ketertiban selama proses inspeksi, pelaksanaan kegiatan turut didampingi oleh unsur pimpinan kecamatan yang meliputi Camat Rendang, Polsek Rendang, serta Danramil Rendang. Kehadiran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bankamda Desa Adat Besakih, dan tim keamanan internal Badan Pengelola juga memastikan bahwa interaksi antara petugas dan pedagang berjalan harmonis tanpa mengganggu alur kedatangan pamedek di kawasan Pura Agung Besakih.

Kepala Badan Pengelola FKSPA Besakih, Lanang Muliarta, menegaskan bahwa pengawasan pangan ini telah menjadi agenda rutin tahunan yang bersifat preventif. Menurutnya, jaminan terhadap keamanan konsumsi adalah bagian integral dari pelayanan prima di kawasan suci. Dengan pengawasan yang ketat, pihaknya ingin memberikan rasa aman bagi pamedek sehingga mereka dapat fokus melaksanakan persembahyangan tanpa rasa khawatir terhadap kualitas makanan yang dibeli.

BACA JUGA:  Peringati Hari Pahlawan, GPFI Bali Ajak PWRI Kota Denpasar Canangkan Hidup Sehat

“Kegiatan ini sangat krusial untuk memastikan seluruh makanan yang diperjualbelikan di sini aman dikonsumsi. Kami berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan di kawasan suci ini, tidak hanya dari sisi fasilitas tetapi juga dari sisi kesehatan lingkungan dan pangan,” ujar Lanang Muliarta di sela-sela kegiatan. Ia juga menambahkan bahwa kepatuhan pedagang terhadap standar kesehatan terus dipantau secara berkala selama rangkaian IBTK berlangsung.

Kabar baik pun muncul setelah hasil uji laboratorium lapangan dirilis oleh tim ahli. Berdasarkan hasil uji sampling terhadap berbagai sampel makanan yang diambil secara acak, petugas menyatakan tidak menemukan kandungan zat kimia berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil. Secara keseluruhan, makanan yang diperiksa dinyatakan memenuhi standar kelayakan konsumsi, sebuah hasil yang disambut syukur dengan ucapan Astungkara oleh pihak penyelenggara dan pedagang setempat.

Melalui sinergi lintas instansi ini, Badan Pengelola Besakih berharap standar kebersihan dan ketertiban dapat terus dipertahankan bahkan setelah rangkaian IBTK 2026 usai. Komitmen bersama ini diharapkan mampu mewujudkan lingkungan Pura Agung Besakih yang bersih, tertib, dan nyaman. Dengan pangan yang sehat dan lingkungan yang terjaga, citra Besakih sebagai pusat spiritualitas Bali tetap selaras dengan standar kesehatan publik yang tinggi. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top