AMLAPURA-fajarbali.com | Setelah kali terakhir digelar tahun 1990 atau 36 tahun silam, Dadia Dukuh Pulasari, Sentana Dalem Tarukan, Banjar Anyar, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, kembali menggelar karya agung serupa, bertepatan dengan Purnama Kadasa, Kamis (2/4/2026) di pura dadia setempat.
Sebelum puncak karya, beberapa rangkaian yang telah digelar yakni Rsi Gana, nuur tirta ke 32 pura termasuk Gunung Agung, Pura Besakih Pura Lempuyang, hingga ke pura kawitan di Pulasari Bangli. Lalu prosesi ngingkup, muspayang, melasti, mendak agung, dan mapepada wewalungan.
Prawartaka Karya, Jero Mangku Gede Darma Sumija menjelaskan upacara ini bernama Nubung Daging Ngenteg Linggih lan Mupuk Pedagingan.
"Untuk persiapan telah digelar sejak 4 November 2025 lalu dengan prosesi ngaturang piuning, maguru piduka hingga majaya-jaya," ungkap Mangku Sumija.
"Setelah puncak karya, akan digelar 'nyejer' hingga 18 April 2026 mendatang," lanjutnya.
Mangku Sumija mengungkapkan, pelaksanaan upacara dipuput oleh Pedanda Siwa dan Pedanda Budha. Tingkatan upacara yang diambil yakni Utamaning Utama karena di pertiwi ada pedagingan. Dimana untuk satu pedagingan menggunakan uang kepeng sebanyak 4.000 keping.
Selain itu juga berisi pras penyeneng lengkap, daging laut, daging bumi, capung, ayam, kuali emas, capung emas, jarum emas, tembaga, perak, dan besi.
"Itu yang ada di pedagingan yang disebut dengan pedagingan Utamaning Utama," paparnya.
Selain itu, untuk lantaran upacara ini menggunakan kerbau. Nantinya juga akan digelar prosesi Nyegara Gunung dan diakhiri ngelebar Bhatara Tirta.
"Tujuan ngelebar Bhatara Tirta dan Nyegara Gunung yakni menyatukan energi dengan ibu pertiwi dan mengucapkan terima kasih kepada Ida Bhatara Tirta yang sudah menyaksikan upacara dari awal sampai berakhir.
Upacara ini digelar untuk membangkitkan energi positif dan menciptakan kedamaian.
"Agar tercipta keseimbangan antara prahayangan, pawongan dan palemahan. Juga supaya umat yang nyungsung di pura ini mendapat keselamatan sampai dengan anak, buyut, cicitnya," paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Keliang Dadia, I Made Mester didampingi I Komang Sudiarta menyebut, seluruh anggota dadia berjumlah 70 KK.
Jumlah ini terdiri atas 34 KK ikut masangkepan atau tinggal di desa dan 36 KK merupakan perantauan. "Untuk biaya berasal dari anggota dadia, punia dan juga penggalian dana," paparnya.
Rangkaian upacara ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PGSDT (Para Gotra Santana Dalem Tarukan) Wayan Jarta, Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, Anggota DPR RI I Nyoman Parta, mantan Bupati Karangasem I Gede Dana dan undangan lainnya.










