UPMI Bali dan SDU University Kazakhstan Jalin Kerja Sama: Hybrid Internship Programme for EMBA Students

IMG-20260402-WA0006
UPMI Bali menandatangani kerja sama dengan SDU University Kazakhstan, Kamis (2/4/2026) di Kampus UPMI.

DENPASAR-fajarbali.com | Target pengembangan lembaga hingga ke tingkat internasional yang dicanangkan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum., diimplementasikan dalam berbagai hal. Salah satunya kerja sama dengan institusi perguruan tinggi dari berbagai belahan dunia. 

Terbaru, Kamis (2/4/2026), UPMI Bali menandatangani kerja sama dengan SDU University Kazakhstan, bertempat di Auditorium Redha Gunawan UPMI Bali, Jl. Seroja, Kota Denpasar.

Kolaborasi kedua institusi ini terkait penyelenggaraan Hybrid Internship Programme for EMBA Students.
Sebagai bagian penting dari kerja sama ini, dilakukan pula penandatanganan Implementation Agreement antara kedua institusi. Penandatanganan diwakili oleh Ketua LPPM UPMI Bali, Prof. Dr. I Wayan Widana, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Ainur Abdrazakova dari pihak SDU University Kazakhstan.

Rektor Suarta, mengatakan, kolaborasi yang ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU dengan SDU University Kazakhstan selain untuk akreditasi juga memberikan pengalaman bagi para mahasiswa UPMI Bali.

“Kami juga berbagi informasi terkait pengelolaan UPMI maupun SDU University Kazakhstan, dan MoU harus ditindaklanjuti. Ini sudah kami laksanakan, dosen kami maupun dari Kazakhstan mengisi kuliah secara hybrid,” kata Suarta. 

Kolaborasi ini, lanjut dia, tidak menutup kemungkinan ke depan akan ditindaklanjuti dengan program lainnya. Seperti pertukaran mahasiswa maupun para dosennya. “Kami sedang menjajaki potensi ini,” katanya.

Prof. Suarta juga mengungkap bahwa UPMI Bali saat ini juga sedang menjajaki kerjasama internasional dengan dua universitas luar negeri lainnya. Yakni universitas yang ada di Malaysia dan Tiongkok. 

Pihaknya pun telah membangun komunikasi intensif. Nantinya kerja sama dengan universitas di Malaysia dan Tiongkok terkait bidang budaya. Pihaknya sebelumnya sudah pernah bekerjasama dengan Malaysia. Namun harus diperbaharui.

BACA JUGA:  Suwirya Pimpin IGI Wilayah Bali

Lebih lanjut, kata dia, saat ini UPMI Bali tidak hanya keguruan namun juga memiliki tiga Prodi. Yakni Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan juga Kewirausahaan. Jadi lulusannya itu nanti ada dua, yakni Sarjana Komputer dan Sarjana Bisnis.

Dikutip dari Mahadewa News, kolaborasi baik secara daring maupun luring ini berlangsung dalam sesi kelas perkuliahan selama dua hari, yakni 26–27 Maret 2026.
Program ini diikuti oleh mahasiswa EMBA dari SDU Kazakhstan baik yang hadir secara langsung di Bali maupun yang bergabung secara daring, serta mahasiswa dari berbagai program studi di UPMI Bali.

Selama pelaksanaan acara, peserta mengikuti sesi kelas atau perkuliahan dengan topik AI-Powered Data Pipeline Architecture for Real-Time Executive Decision-Support in Management (disampaikan Prof. Dr. Edi Surya Negara, M.Kom dari Univ. Bina Darma, Palembang.

Selanjutnya, The Use Of AI In Leading And Promoting Businesses disampaikan Prof. Amirul Mukminin, S.Pd., M.Sc. Ed., Ph.D. dari Universitas Jambi, Utilizing AI in the Evaluation of MSMEs Digitalization Programs: The CIPPO Model oleh Prof. I Wayan Widana, dan AI Powered The Ethical Luxury Of Tropical Treasure oleh Dr. I Wayan Sumandya dan N. Putri Sumariani.

Di hari kedua, peserta mahasiswa dan dosen dari Kazakhstan mengikuti kunjungan lapangan ke tempat usaha yang menjadi binaan Inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT) UPMI Bali, Lokasari Luwak Coffee Plantation & Honeybee Farm dan Raya Sibetan di Kabupaten Karangasem.

Kepala Kantor Urusan Internasional, Dr. Luh Gede Liswahyuningsih, S.S., M.Hum, mewakili Rektor UPMI Bali menekankan pentingnya kolaborasi global di era yang semakin terhubung, sekaligus mendorong mahasiswa untuk aktif bertukar gagasan dan memperluas perspektif internasional.

BACA JUGA:  100 Anik Bisa Mengubah Dunia

Liswahyuningsih berpandangan, pogram ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga ruang untuk membangun jejaring, memperkaya pengalaman lintas budaya, dan menyiapkan mahasiswa menjadi pemimpin global. (rel)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top