Pelatihan Pengolahan Jagung Manis, Dinas Pertanian Denpasar Hadirkan Dua Dosen FPST Unwar

IMG-20260330-WA0000
Pelatihan pengolahan jagung manis agar lebih bernilai ekonomis yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar.

DENPASAR-fajarbali.com | Dosen Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa (Unwar) melanjutkan komitmen pengabdian kepada masyarakat dengan menjadi narasumber dalam kegiatan pelatihan pengolahan jagung manis yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Petani di tingkat kecamatan dan desa di Kota Denpasar. Pelatihan dilaksanakan pada Jumat, 27 Maret 2026, bertempat di Kebun Kalpataru, Desa Sanur Kaja, Denpasar Selatan.

Dua dosen FPST Unwar tersebut, yakni Dr. Ir. Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti, MP dengan materi Peningkatan Nilai Jual Produk Jagung Manis dengan Pengolahan, serta Ir. Anak Agung Made Semariyani, M.Si meberikan Praktik Pembuatan Olahan Jagung Manis.

Narasumber menekankan pentingnya inovasi dalam pengolahan hasil pertanian guna meningkatkan nilai ekonomi produk lokal. Jagung, sebagai salah satu komoditas pangan strategis, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga memiliki peluang usaha yang menjanjikan.

Di era sekarang, menurutnya, susu sangat dibutuhkan untuk imun. Imun yang kuat akan membantu tubuh mencegah potensi ancaman penyakit yang makin beragam.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat, khususnya kelompok tani dan ibu-ibu rumah tangga, dapat memanfaatkan jagung menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujar Dr. Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti.

Selain itu, peserta juga dibekali dengan pengetahuan mengenai kandungan gizi jagung serta teknik pengolahan yang higienis dan efisien. Produk olahan seperti susu jagung dinilai memiliki keunggulan karena mudah dibuat, bernutrisi, dan dapat menjadi alternatif usaha rumahan.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mampu mengolah hasil pertanian secara kreatif, tetapi juga dapat mengembangkan peluang usaha yang bagi ibu-ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan pendapatan untuk menopang ekonomi keluarga. (rel)

BACA JUGA:  Evaluasi Triwulan GENTING di Badung: Fondasi Kuat Menuju Percepatan Penurunan Stunting 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top