Suart-Fox Hibahkan 30 Naskah Lontar ke Unit Lontar Universitas Udayana

IMG-20260225-WA0000-1
Rektor Universitas Udayana Prof. I Ketut Sudarsana menerima 30 cakep naskah lontar hibah dari David J Stuart-Fox.

DENPASAR-fajarbali.com | Sebanyak 30 cakep naskah lontar koleksi pribadi David J. Stuart-Fox dihibahkan kepada Unit Lontar Universitas Udayana (ULU). Lontar berbagai genre itu diserahterimakan di Perpustakaan Lontar ULU, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) pada Senin, 23 Februari 2026.

David J Stuart-Fox merupakan pustakawan, peneliti, dan penulis terkemuka asal Australia yang berfokus pada budaya Bali.

Pustakawan di Museum Volkenkunde (Museum Etnologi Nasional) di Leiden, Belanda dari 1991 hingga 2013 telah menerbitkan sejumlah buku penting tentang kebudayaan Bali, salah satunya
buku berjudul "Pura Besakih: Temple, Religion and Society in Bali" (2002) yang diterbitkan dalambahasa Indonesia menjadi "Besakih: Pura, Agama, dan Masyarakat Bali" (2013). Buku ini menjadi rujukan fundamental yang merekam Pura Besakih sebagai situs Hindu terpenting di Bali.

Stuart-Fox menjelaskan lontar-lontar yang dihibahkan ia dapatkan selama tinggal dan meneliti di Bali antara tahun 1970-an s.d. 1980-an. Lontar-lontar tersebut dibeli dari sejumlah artshop di berbagai daerah di Bali.

"Lontar-lontar ini saya beli antara tahun 1975-1983 di artshop-artshop. Jenisnya beragam dengan harga hanya bebera1970-an-1980-an untuk satu cakep lontar. Ada juga beberapa lontar yang dibuat secara khusus," katanya.

Ia mengatakan, motif membeli lontar saat itu tidak lebih sebagai semangat preservasi warisan peradaban orang Bali. Ia mengamati banyak lontar yang dijual ke orang asing pada akhirnya tidak pernah kembali ke Bali.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top