Sentuhan Positif UPMI Bali di Singapadu Diapresiasi Bupati Gianyar

IMG-20260219-WA0001
BUPATI Gianyar I Made Mahayastra membuka KKN Tematik UPMI Bali di Desa Singapadu, Sukawati, Gianyar, Rabu (18/2/2026).

GIANYAR-fajarbali.com | Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 di 16 Banjar yang tersebar di Desa Singapadu, Singapadu Tengah dan Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

KKN sebagai wujud partisipasi mendukung program pemerintah di desa, kabupaten dan Pemprov Bali ini, dubuka langsung Bupati Gianyar, Made Mahayastra didampingi Ketua DPRD Gianyar Ketut Sudarsana, Rabu (18/2/2026) di Desa Singapadu Kaler.

Kali ini UPMI menerjunkan sebanyak 226 mahasiswa. Selama sebulan mereka bergerak bersama warga guna membersihkan tiga desa ini dari sampah plastik.

Mahasiswa ini dibagi dalam sejumlah kluster guna mengimplementasikan tema KKN, yakni meningkatkan kapasitas masyarakat melalui edukasi digital, pelestarian lingkungan dan penguatan seni budaya.

Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum., menegaskan KKN selalu dikaitkan dengan visi UPMI Bali, yakni unggul dalam budaya dan Tri Hita Karana. Sehingga di acara KKN kali ini, UPMI Bali fokus bergerak bersama mayarakat membersihkan Singapadu dari sampah plastik guna mendukung program Gubernur Bali Wayan Koster untuk pengelolaan sam-pah berbasis pada sumbernya.

Dia menegaskan kehadiran mahasiswa ke desa adalah menjadi problem solving ikut memecahkan masalah di desa dan pemeningkatkan potensi desa.

Kemudian menjadi media bagi UPMI Bali guna menyosialisasi kan bahwa tahun ini UPMI Bali sebagai penyelenggara program Satu Keluarga Satu Sarjana mendapatkan kuota 100 kursi gratis untuk 14 prodi. Sedang gkan program lainnya dilaksanakan sesuai permintaan warga desa, program Pemkab Gianyar dan Gubernur Bali. Inilah yang dia sebut program penguatan bersama.

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra berterima kasih mahasiswa UPMI Bali ikut mencari solusi masalah di desa. Salah satu masalah yang urgen dipecahkan ber sama, yakni penanganan sampah berbasiskan sumber, BKK Kesehatan dan pengem bangan Singapadu sebagai desa wisata, pelestarian dan pengembangan budaya.

BACA JUGA:  Teliti Penggunaan QRIS untuk Dana Punia, Laksmita Raih Doktor di Usia 28 Tahun

Dia juga setuju mahasiswa ke desa bergerak bersama membersihkan tiga desa ini dari sampah plastik. Kemudian galilah banyak pengamanan di masyarakat.

Hal ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi dalam upaya membangun kesejahteraan masyarakat. Kehadiran UPMI tentu memberikan sentuhan positif di desa-desa.

Pada kesempatan yang sama Ketua YPLP IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd., menegaskan sejak berdiri tahun 1983, UPMI Bali menjadi PTS yang konsisten menerjunkan mahasiswa ke desa. Bagi dia, tugas maha-siswa adalah lebih banyak belajar dan ikut membangun desa bukan membuat masalah di desa.

"KKN perdana kami di daerah Kubu Karangasem. Jadi mahasiswa bukan tinggal di menara gading tapi terjun langsung menyatu dengan rakyat," kata IGB Arthanegara.

Ketua Panitia KKN yang juga Kepala LPPM UPMI Bali, Prof. Dr. I Wayan Widana, M.Pd., menambahkan KKN diisi dengan aksi bersih-bersih sampah, edukasi digi-talisasi, dan penanganan sampah plastik dan pengua-tan Singapadu sebagai desa wisata.

Adapun luaran KKN, menurut Widana, berupa publikasi jurnal, media massa dan video. Publikasi menjadi penting sebagai instru akreditasi perguruan tinggi dan masing-masing program studi.

Ketua panitia berpesan kepada mahasiswa untuk menjaga tata krama berdasarkan kearifan lokal masyarakat setempat. "Kami minta mahasiswa benar-benar serius karena KKN ini momentum mengimplementasikan teori di bangku kuliah," pungkasnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top