NEGARA - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Mengantisipasi arus balik masyarakat usai pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, melaksanakan koordinasi ke Pelabuhan ASDP Gilimanuk. Hadir Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 , yang juga Bupati Jembrana I Putu Artha, Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa Dandim 16/17 Jembrana Letkol Kav. Jefri Marsono Hanok, Kajari Jembrana Pipiet Suryo Priharto serta Sekda Jembrana I Made Sudiada, Senin (25/5/2020).
Sementara dari Gugus Tugas Provinsi Bali hadir ketua harian yang juga Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali Samsi Gunawan, Kepala Diskominfo Bali Gede Pramana dan Kepala Satpol PP Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi
Bupati Artha menyampaikan koordinasi yang dilakukan ini, sebagai tindak lanjut antisipasi lonjakan masyarakat yang kembali ke pulau Bali,dalam kondisi pandemi covid-19 ini. Sesuai dengan imbauan gugus tugas pusat, bagi daerah, baik tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang memiliki fasilitas pelabuhan khususnya di Jembrana yang memiliki fasilitas penyebrangan di pelabuhan Gilimanuk untuk tetap mengikuti protokol kesehatan, dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh gugus pusat. "Untuk itu melalui surat edaran Dirjen Perhubungan Darat dan surat Gubernur Bali yang terkait tata cara penyebrangan penumpang di pelabuhan, setiap warga yang ingin ke Bali harus memenuhi beberapa syarat . Diantaranya memiliki tujuan dan pekerjaan yang jelas dan di dukung oleh surat keterangan bebas covid-19 surat keterangan berbasis rapid test. Kordinasi inilah yang ingin kita tingkatkan sehingga sesuai dengan pelaksanaan dilapangan nantinya," terang Artha. Dia juga menjelaskan sebelumnya Gugus Tugas Jembrana sudah terlebih dahulu melaksanakan koordinasi ke ASDP di Pelabuhan Ketapang guna menginformasikan terkait Surat Edaran Gubernur Bali tentang pengendalian perjalanan orang yang akan ke Bali. Selain itu gugus tugas Jembrana juga telah menyebar berbagai pengumuman lewat pemasangan spanduk imbauan, serta pamflet ditiap kapal penyeberangan."Harapannya tentu untuk mempercepat memotong penyebaran virus covid-19, dimana di satu sisi di Provinsi Bali masih terdapat pelonjakan warga yang positif covid, tetapi juga tingkat kesembuhan di Bali juga tinggi. Maka dari itu untuk setiap warga yang nantinya ingin kembali ke Bali agar mempersiapkan hal-hal tersebut," ujar Artha. Ditegaskannya , kebijakan itu bukanlah bentuk diskriminasi karena masih dalam satu kesatuan NKRI. Tapi semata-semata untuk kebaikan bersama sehingga penangan covid-19 lebih efektif dan segera bisa dipotong penyebarannya.










