GIANYAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Dalam penanganan covid 19, pemerintah tidak bergerak sendiri. Terdapat beberapa elemen yang ikut membantu seperti relawan yang bahkan all out menyediakan waktunya untuk memberikan bantuan tenaga. Seperti halnya Taruna Siaga bencana (Tagana) yang biasanya hadir saat bencana, saat penanganan covid 19, Tagana juga diterjunkan. Namun relawan Tagana ini minim sentuha bantuan, bahkan nyaris tidak ada sama sekali.
Koordinator relawan Tagana Gianyar, I Kadek Dwi Puspa Oktaviana, Senin (25/5/2020) menjelaskan relawan Tagana sesungguhnya yang bersentuhan langsung untuk mempersiapakan segala kebutuhan PMI. “Khusunya dalam kasus covid-19 ini, kami telah berjaga dan membantu mempersiapakan segala kebutuhan PMI sejak dua bulan lebih,” jelas Dwi Puspa Oktaviana. Didampingi Pande Putu Mertayasa mengatakan relawan sesungguhnya tidak banyak menuntut, namun semua sektor ekonomi terdampak covid-19, dan para relawan memiliki keluarga yang juga perlu makan. “Namanya juga relawan, tentu kami tidak digaji, namun dalam situasi semua terdampak kami berharap ada sedikit sentuhan dari pemerintah,” harapnya. Bahkan tidak jarang relawan harus meninggalkan keluarga dan anak-anak.
Dijelaskan, selama pandemi covid-19 ini, relawan Tagana, selalu berada di lapangan bahkan bersentuhan langsung dengan PMI. Mulai menyiapkan makanan, hingga mengangkut barang-barang PMI yang dibawakan oleh keluarganya. “Tempat karantina di Bedulu kami ditugaskan untuk membangun dapur umum dan memasak untuk warga yang dikarantina,” beber Puspa Oktaviana.










