Pimpinan Baru Unhi Ikuti Prosesi “Majaya-jaya” Sebelum Dilantik

IMG-20260206-WA0016
Rektor dan seluruh wakil rektor Unhi yang baru mengikuti prosesi sakral "majaya-jaya" di Pura Maha Widya Mandira, Unhi, Jumat 6 Februari 2026 dipuput oleh Ida Peranda Istri Raka dari Griya Gede Kesiut Wanasari Tabanan.

DENPASAR-fajarbali.com | Setelah Dilantik menjabat Rektor Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, Sabtu 10 Januari 2026 lalu, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, SE., MSi., langsung membentuk kabinet kerja untuk membantu menyukseskan program kepemimpinannya.

Menariknya, Cok Bayu, sapaannya, bakal dibantu oleh empat wakil rektor yang berusia relatif muda alias Gen Z. Gerbong muda ini menjadi tonggak awal era baru Unhi. Kini Unhi dipimpin oleh pejabat dengan rata-rata usia di bawah 40 tahun.

Wakil Rektor I bidang Akademik kini dipercayakan pada Dr. I Komang Gede Santhyasa, ST., MT., menggantikan Prof. Dr. I Putu Gelgel, SH., M.Hum. Wakil Rektor II bidang Keuangan dijabat oleh Dr. I Gusti Agung Paramita, S.Ag., M.Si., menggantikan Prof. Dr. I Gede Putu Kawiana, SE., MM.

Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan diemban oleh Dr. WA Sindhu Gitananda, SS., M.Hum., menggantikan Dr. Drs. I Putu Sarjana, M.Si., serta Wakil Rektor IV bidang Kerja Sama/IT dijabat oleh Made Adi Widyatmika, ST., M.Si., Ph.D., yang sebelumnya dijabat Santhyasa.

Seluruh pejabat utama tersebut mengikuti prosesi sakral "majaya-jaya" di Pura Maha Widya Mandira, Unhi, Jumat 6 Februari 2026 dipuput oleh Ida Peranda Istri Raka dari Griya Gede Kesiut Wanasari Tabanan.

Rektor Cok Bayu memastikan, proses pemilihan wakil rektor telah sesuai amanat statuta. "Titiang (saya-red) diberikan kewenangan memilih dan menetapkan nama-nama wakil rektor," jelas Cok Bayu.

Namun sebelumnya, empat nama kandidat wakil rektor yang telah ia kantongi digodok dalam rapat Senat Unhi. Sebab, semua kandidat harus melalui pertimbangan Anggota Senat untuk mendapatkan pertimbangan.

"Astungkara nggih, empat nama yang titiang usulkan disetujui oleh anggota senat yang notabene representasi dari panglisir dan senior kami," ungkapnya.

BACA JUGA:  12 Finalis AHM Best Student 2023 Ikuti Penjurian Regional Bali

Terkait prosesi "majaya-jaya" hari ini, jelas rektor merupakan upacara penyucian diri dan permohonan bimbingan secara niskala dalam agama Hindu di Bali, bertujuan memohon keselamatan, kejayaan, serta keteguhan batin.

Ritual ini dilakukan untuk membersihkan pengaruh negatif, sebelum pelaksanaan pelantikan secara resmi, besok Sabtu (7/1/2026).

"Setelah terbentuk 'kabinet' baru ini, kami pastikan melaksanakan program sesuai visi saat pelantikan rektor kemarin. Yang terdekat adalah persiapan terakreditasi insitusi 2027. Kami harus kerja keras menyiapkan semua instrumen dengan target Unggul," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Agung Pamitha menambahkan, jabatan yang dipercayakan kepadanya adalah ladang "ngayah". Sebab Unhi adalah lembaga pendidikan tinggi milik umat.

Mantan jurnalis yang menamatkan sarjana hingga doktor di Unhi tersebut memastikan tidak jumawa. Justru sebaliknya, meneguhkan prinsip "nandurin karang awak".

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top