Lebih dari Sekadar Perayaan, Nuanu Hadirkan Pengalaman Imlek Tanpa Sekat

2026-02-02-at-16.33.30
Pertunjukan Barongsai di kawasan Nuanu Creative City sebagai bagian dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek yang berlangsung di kawasan Nuanu.

TABANAN-fajarbali.com | Nuanu Creative City bersiap menyambut Tahun Baru Imlek 2026 dengan pendekatan yang berbeda dari perayaan konvensional. Alih-alih memusatkan massa di satu titik, Nuanu mengemas perayaan ini ke dalam rangkaian program budaya selama empat hari, mulai dari 14 hingga 17 Februari 2026. Dengan mengusung konsep mikro-festival, setiap sudut kawasan akan berdenyut dengan ritme tradisi yang menyatu dalam ruang-ruang kreatif.

Format mikro-festival ini dirancang secara intim untuk memberikan pengalaman personal bagi setiap pengunjung. Aliran acara tidak dibuat statis; pengunjung diajak untuk berpindah dari satu area ke area lain, menyusuri taman, ruang publik, hingga berbagai venue seni. Strategi ini memastikan bahwa perayaan tidak hanya menjadi tontonan sekali duduk, melainkan sebuah perjalanan sensorik yang ditemui di sepanjang langkah kaki di dalam kawasan.

Director of Brand and Communications Nuanu, Ida Ayu Astari Prada,  menegaskan bahwa momentum ini adalah bagian dari upaya konsisten dalam membangun identitas kawasan. Menurutnya, dengan menyebarkan program ke seluruh penjuru Nuanu, tercipta ruang kolaborasi yang lebih dekat antara seniman, komunitas, dan publik. “Budaya tidak lagi diposisikan sebagai objek pajangan, melainkan menjadi bagian organik dari keseharian dan ekosistem Nuanu,” ujarnya.

Karakteristik Nuanu yang terbuka dan ramah pejalan kaki menjadi fondasi utama kesuksesan konsep ini. Sejalan dengan visi keberlanjutannya, kawasan ini membatasi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil dan menyediakan shuttle listrik publik. Hal ini memungkinkan pengunjung menikmati transisi antarpertunjukan dengan berjalan kaki, menghirup udara segar kawasan sembari meresapi atmosfer perayaan yang inklusif dan tenang.

Setiap malam, kemeriahan akan dibuka dengan prosesi Barongsai dan Barong Bangkung. Pertemuan dua simbol budaya ini menjadi penanda kuat dimulainya perayaan, sekaligus menciptakan jembatan visual yang menghubungkan tradisi Tionghoa dengan nafas lokal Bali. Suasana magis ini diharapkan mampu membangun energi positif yang menjalar ke seluruh area publik dan ruang pertunjukan yang berdekatan.

BACA JUGA:  Jatiluwih Festival VI, Merayakan Tradisi, Merintis Masa Depan Bali yang Lestari

Pusat gravitasi program malam hari akan berada di Labyrinth DOME, sebuah ruang yang dikenal dengan estetika arsitekturnya yang unik. Di sini, audiens akan disuguhi pertunjukan berskala intim yang menonjolkan kedekatan jarak. Salah satu daya tarik utamanya adalah Invisible Magic, sebuah pertunjukan seni sulap jarak dekat oleh artis kenamaan asal Hong Kong, Chen Ting, yang menjanjikan interaksi penuh keajaiban.

Tak hanya seni pertunjukan, aspek auditori juga menjadi perhatian serius dalam perayaan ini. Sesi musik atmosferik dan DJ set akan berganti setiap hari, menampilkan kurasi musisi seperti Keigo Tanaka, Waxwood, Culcha Collective, hingga Roba Grow. Fokus pada ritme dan suara ini bertujuan untuk memperpanjang suasana perayaan hingga larut malam dalam format yang tetap terasa personal dan kontemplatif.

Bagi mereka yang mencari ketenangan di tengah hiruk-pikuk festival, Labyrinth Art Gallery menghadirkan pameran dan sesi minum teh terpandu. Program bertema teh ini mengajak pengunjung untuk berhenti sejenak dan menghargai teh sebagai praktik budaya lintas tradisi yang mendalam. Ini adalah ruang jeda yang disediakan Nuanu bagi pengunjung untuk melakukan refleksi di tengah rangkaian aktivitas yang padat.

Memasuki tanggal 16 dan 17 Februari, Lunar New Year Cultural Showcase akan menghidupkan ruang publik sejak siang hingga awal malam. Program ini dirancang lebih terbuka dan mudah diakses, memberikan kesempatan bagi pengunjung umum untuk merasakan semarak Imlek dalam suasana yang lebih terang dan santai. Kehadiran showcase ini melengkapi kemegahan acara malam hari yang lebih bersifat eksperimental.

Secara keseluruhan, rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek di Nuanu menjadi cermin dari cara kawasan ini memandang masa depan budaya. Melalui kolaborasi jangka panjang dengan seniman dan keterlibatan publik yang terus berkembang, Nuanu membuktikan bahwa tradisi dapat terus relevan jika diletakkan dalam konteks tempat yang tepat. Di sini, budaya tumbuh, bergerak, dan dirayakan bersama dalam setiap ayunan langkah. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top