TABANAN - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Warga miskin di banjar Temukuaya, desa Pesagi, Penebel I Gusti Komang Sarjana mengeluhkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tidak tepat sasaran, padahal dirinya termasuk warga miskin di banjarnya tersebut justru tak tersentuh bantuan di tengah situasi sulit akibat pandemi covid-19 ini.
Sarjana yang dihubungi via telepon mengatakan, BLT Dana Desa yang didata dari tingkat banjar justru menyasar kepada keluarga yang berada. Sementara dirinya dilewati begitu saja. Sebagai seorang pemangku dengan menanggung dua anak tersebut, dia mengaku kehidupanya lebih berat dengan dihadapkan situasi saat ini. “Di banjar saya yang tercatat sebagai KK miskin berjumlah antara 8 sampai 9 KK termasuk saya. Dulu beberapa tahun lalu saya sempat mendapat bantuan, tapi sudah lama tidak lagi mendapatkan bantuan,” ujarnya Selasa (12/5/2020).
Merasa tidak mendapatkan keadilan, Sarjana pun menanyakan kepada kelian banjar Temukuaya, mengapa dirinya tidak mendapat BLT Dana Desa. Jawaban dari kelian banjar setempat, bahwa pengajuanya digilir. Namun Sarjana mempertanyakan, kalau memang penyaluranya digilir, kenapa dari sembilan KK kategori tak mampu, hanya dirinya yang tidak mendapatkan BLT tersebut. “Kalau memang digilir, harus adil. Kenapa saya saja yang tidak mendapatkan bantuan. Sementara KK yang tercatat miskin dapat. Ini seperti tidak adil pembagianya. Pilih kasih,” tandasnya.
Sarjana pun tidak bisa berbuat banyak. Ia hanya bisa pasrah. Dari segi penghasilan, selain sebagai pemangku, dia juga bekerja sebagai buruh serabutan dengan hasil tak menentu. “Sawah tidak punya, kebun juga tidak punya. Penghasilan hanya cukup buat kebutuhan sehari-hari,” katanya.










