KKN IPE 2026, Poltekkes Kemenkes Denpasar Bantu Kendalikan PTM, Kesehatan Mental hingga Pengelolaan Sampah

IMG-20260114-WA0000-1
Pembekalan peserta KKN IPE 2026 Poltekkes Kemenkes Denpasar hari kedua, Selasa (13/1/2026).

DENPASAR-fajarbali.com | Perguruan tinggi bidang kesehatan, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar, kembali menggelar Kuliah Kerja Nyata Interprofessional Education (KKN IPE) tahun 2026 dengan menerjunkan 725 mahasiswa.

Mereka akan disebar di 24 desa/kelurahan di Kabupaten Badung, Gianyar dan Kota Denpasar, mulai 9 Januari 2026. Peserta KKN IPE terdiri dari lintas jurusan, yakni keperawatan, kebidanan, tehnologi laboratorium medik, gizi, kesehatan gigi dan kesehatan lingkungan.

"KKN IPE menggabungkan mahasiswa dari berbagai profesi kesehatan untuk belajar bersama, berkolaborasi, dan memberikan pelayanan kesehatan langsung ke masyarakat, dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pemahaman peran masing-masing profesi untuk memberikan solusi komprehensif," jelas Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar Dr. Sri Rahayu, STr.Keb., S.Kep., Ners., M.Kes., usai memberikan pemebekalan hari kedua, di Aula kampus setempat, Selasa (13/1/2026).

KKN IPE 2026, lanjut pejabat asal Semarang ini, bertema "Generasi Muda Tangguh, Hidup Sehat Bebas Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular (PTM)". Menariknya, KKN tahun ini juga memfokuskan kesehatan mental masyarakat, desa tangguh bencana, pemberdayaan masyarakat untuk produk lokal hingga pengelolaan sampah.

"Kita tahu bahwa sampah dan kesehatan mental menjadi persoalan serius di Bali. Dibuktikan dengan kejadian bunuh diri yang kerap terjadi. Kami ingin hadir memberikan dampak nyata," kata Sri Rahayu.

Setiap mahasiswa, masih kata Sri Rahayu, ditargetkan mendampingi delapan keluarga. Dengan demikian, jika dikalikan, pihaknya mampu mengedukasi 5.800 keluarga terkait pencegahan PTM, pengelolaan sampah, kesehatan mental dan sebagainya.

Diketahui bahwa PTM cukup menjadi ancaman di tengah tingginya mobilitas masyarakat, seperti diabetes melitus, hipertensi hingga tuberkulosis. "Untuk itu kami tekankan pada aspek promotif dan preventif," tegas Sri Rahayu.

Tak berhenti sampai di sana, saat penutupan 8 Februari 2026 mahasiswa diwajibkan menampilkan kreativitas di tiap desa dalam expo. Kreativitas ini menyangkut potensi hingga pengolahan sampah berbasis sumber.

BACA JUGA:  UPT Bahasa Unud Uji Calon Pegawai Non ASN RSUD Sanjiwani Gianyar

Sebagai pimpinan institusi, Sri Rahayu berpesan kepada mahasiswa agar menjujung tinggi etika dan tata krama. Sebab, mereka akan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Selain itu, KKN IPE menjadi momentum mahasiswa praktik langsung melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

Sebelumnya, Ketua Panitia KKN IPE 2026 Poltekkes Kemenkes Denpasar Dr. Komang Ayu Henny Achjar. SKM. Mkep. Sp.Kom., mengungkapkan, peserta diberikan pembekalan selama lima hari, dengan materi etika dan norma selama mahasiswa KKN, kebijakan dan profil kesehatan Provinsi Bali, kota Denpasar, kabupaten Badung dan kabupaten Gianyar.

Kesiapsiagaan bencana dari BPBD Provinsi Bali, Desa Tangguh Bencana/Destana dari Forum Pengurangan risiko bencana/ FPRB, mental health dari RS Manah Santi Mahotama, pemanfaatan platform digital dari aliansi Jurnalis Indonesia serta pengelolaan sampah berbasis sumber dari dinas lingkungan hidup Provinsi Bali.

Adapun 24 lokasi tersebut: Kota Denpasar; Kelurahan Panjer; Desa Sidakarya, Sesetan, Pedungan, Dauh Puri Kangin, Dauh Puri Kelod, Dauh Puri Kauh dan Desa Pemecutan Kelod.

Kabupaten Badung; Kelurahan Sempidi, Sading, Lukluk, Penarungan, Desa Mengwi, Mengwitani, Kekeran, Gulingan. Sedang di Gianyar; Desa Lohtunduh, Petulu, Peliatan, Mas, Kemenuh, Sukawati, Batuan dan Ketewel.

Menurutnya, Poltekkes Kemenkes Denpasar senantiasa membuka ruang kolaborasi bagi seluruh stakeholder guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top