GIANYAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Akibat tidak tepat memperhitungkan sikkus DBD, Ketua Komisi IV DPRD Gianyar, Ni Made Ratnadi menyoroti kurang sigapnya kinerja dinas kesehatan Pemkab Gianyar. Bahkan saat ini marak masyarakat melakukan fogging mandiri. Kasus DBD yang menjangkit masyarakat angkanya hingga ratusan, Komisi IV mepertanyakan pengawasan dinas kesehatan terhadap fogging mandiri oleh oleh masyarakat.
Dikatakan Ratnadi, Senin (11/5/2020), sesuai protokeler kesehatan fogging hanya dilakukan bila ada warga terjangkit. "Bagaimana dinas kesehatan ini mengawasi, jika sudah tahu salah, harusnya sampaikan, harusnya memberi arahan jangan didiamkan," tegas Ratnadi. Dikatakannya juga sebagai wakil rakyat tidak bisa mengambil langkah tersebut lantaran sebagau legislator.
Saking jengkelnya, Ratnadi mempertanyakan turunnya anggaran pencegahan DBD tahun 2020. Harusnya DBD sebagai siklus tahunan dinas kesehatan mampu memperkirakan anggaran yang dibutuhkan. Berbeda hal dengan pandemik Covid-19 yang datang secara tiba-tiba. "ini DBD kan kasus setiap tahun ada, harusnya anggaran itu bisa diperkirakan, kalau kurang harusnya dibicarakan, biar bisa ditambah, tapi ini malah anggarannya turun. Dan tidak dikomonikasikan," ungkapnya.
Ratnadi sendiri tidak merinci berapa jumlah anggaran penanganan DBD tahun 2020 ini, namun diketahui jumlah anggaran penanganan DBD berkurang. Komisi IV berkeiinginan agar Gianyar bisa seperti kota Surabaya. Yang mampu mencegah DBD tanpa melakukan fogging. "Bahkan disana fogging ilegal dilarang dan ada sanksinya bagi yang melanggar, karena berbahaya," bebernya.










