BULELENG-fajarbali.com | Program tuntas yang direncanakan Gubernur Bali Wayan Koster dalam pengerjaan Pembangunan jalan lintas Singaraja-Mengwitani yang akrab disebut Shurtcut hingga titik 12 yang direncanakan rampung pada tahun 2030 tepatnya saat dirinya mengakhiri masa jabatan sebagai seorang Gubernur, Koster berkomitmen akan mengaktifkan bus Trans Metro Dewata yang merupakan bus lestrik bantuan pemerintah pusat akan dimanfaatkan sebagai salah satu kendaraan yang trayek Singaraja-Denpasar.
Hal itu diungkapkan Gubernur Bali Wayan Koster seusai melakukan peletakan batu pertama dalam Pembangunan Shortcut pada titik 9-10 Singaraja-Mengwitani, Rabu (7/1/2025) pagi. Dimana kata Koster, Pembangunan terhadap jalan lintas Singaraja-Mengwitani sacara keseluruhan akan rampung pada tahun 2030 mendatang.”Dalam Pembangunan secara keseluruhan jalan ini hingga sampai 12 titik nanti selesai tahun 2030 mendatang. Pas saya selesai jabatan sebagai gubernur ya lewat dikit tidak masalah yang jelas 2030 semua sudah tuntas makanya saya terus pantau pengerjaannya,”kata Koster.
Setelah rampung pengerjaan jalan lintas ini lanjut orang nomor satu di Pulau Dewata itu dirinya akan mengaktifkan bus Trans Metro Dewata yang nantinya akan difungsikan dilintasan Singaraja-Denpasar. Hal itu dinilai akan sangat membantu masyarakat Singaraja dan Denpasar.”Habis itu semua rampung nanti ada bantuan bus sebanyak 10 unit bus lestrik nanti kita pakai disini. Masyarakat Singaraja yang bekerja di Denpasar tidak lagi kos disana bisa tinggal di Singaraja nanti kerja naik bus,”lanjutnya.
Untuk tarif bus Koster mengakui akan menggunakan dasar tarif bus termurah. Sehingga hal itu tidak membebani masyarakat Singaraja yang bekerja di Denpasar.”Nanti tarifnya murah. Tidak menyusahkan kantong pokoknya murah. Sudah jalan bagus, tidak membahayakan dan dari efisiensi waktu sangat cepat biasanya dua jam lebih sekarang paling satu jam lebih dikit,”tegasnya lagi.
Dalam pengerjaan jalan Shortcut titik 9 – 10 dengan anggaran Rp 667,57 milyar dengan Panjang jalan 3,9 kilometer ditarget akan rampung pada tahun 2027 mendatang kemudian akan dilanjutkan dengan pengerjaan jalan Shortcut pada titik 11 – 12 yang rencananya ditarget rampung ditahun 2030 mendatang.”Sekarang sudah mulai dikerjakan titik 9 – 10 dan setelah itu pembebasan untuk lanjutan titik 11 – 12 dengan anggaran sebesar Rp 80 milyar akan dilaksanakan begitu selesai pengerjaan titik 9 – 10 langsung pengerjaan selanjutnya sehingga bisa rampung ditahun 2030 pas saya mengakhiri jabatan,”tutupnya.
Terkait dengan anggaran Koster mengakui akan memasang anggaran di APBD perubahan 2026 kemudian sisananya akan pakai APBD Induk tahun 2027.”Kalau masalah anggaran sudah beres tentunya tidak akan ada hambatan lagi semuanya akan berjalan lancer. Untuk pengerjaan terakhir nanti dimulai tahun 2028 setelah pengerjaan titik 9 – 10 selasai nanti dilanjutkan. Pokoknya jek tenang semua sudah beres asal ada yang lambat saya yang marahi,”tutupnya. @gus










