DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Krama Bali yang menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Anak Buah Kapal (ABK) diperkirakan mencapai lebih dari 20.000 orang. Sejak 29 Maret-7 April 2020, sudah dipulangkan dari negara tempatnya bekerja sebanyak 6.174 orang.
Dan nanti malam (kemarin malam-red) telah pulang dari Amerika Serikat sebanyak 601 orang. Pemprov Bali melalui Satgas Percepatan Penganggulangan Covid-19 meminta Krama Bali di desa (adat) menerima kedatangan 'pahlawan devisa' itu dengan baik, namun tetap diawasi bersama-sama dengan semangat gotong-royong.
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ketua Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, kedatangan mereka dari luar negeri diperiksa ketat dan wajib mengikuti rapid test. "Yang positif harus dikarantina ditempat yang telah disediakan oleh Pemprov Bali atau langsung dibawa ke Rumah Sakit Rujukan," kata Koster dalam siaran persnya terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Bali, Rabu (8/4/2020).
Ia menambahkan, Pemprov Bali telah menyiapkan tempat karantina bagi PMI/ABK sebanyak 1.012 tempat tidur, tersebar di
Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat Provinsi Bali, Badan Pelatihan SDM, Wisma Bima, Politeknik Transportasi Darat, dan RS PTN Universitas Udayana (Unud). Fasilitas kamar sangat memadai dilengkapi AC, makan dan minum, tenaga medis dan petugas keamanan.
Soal Alat Pelindung Diri (APD), Gubernur Koster menjelaskan sudah menerima bantuan Kepala BNPB sebanyak 12.500 unit dan telah dibagikan kepada semua RS Rujukan sebanyak 12.300 unit. "Masih tersedia sebanyak 200 unit. Pengadaan sendiri sebanyak 4.000 unit (belum datang). Rapid Test Kit, juga bantuan Kepala BNPB sebanyak 12.200 Kit," jelasnya.










