BANGLI-fajarbali.com | Dalam balutan tradisi yang kaya dan komitmen teguh terhadap keberlanjutan, Desa Penglipuran, sebuah permata budaya Bali yang telah diakui secara global, dengan bangga mengumumkan penyelenggaraan Festival Desa Penglipuran XII 2025. Mengusung tema filosofis "Samskerti Bhumi Jana: Harmoni Menuju Pariwisata Berkelanjutan dan Inklusif", festival ini akan berlangsung selama tiga hari penuh, mulai tanggal 10 hingga 12 Juli 2025, menjanjikan sebuah perayaan budaya yang mendalam, refleksi inspiratif, dan pengalaman tak terlupakan bagi setiap pengunjung.
Kepala Pengelola Dewi Penglipuran, Wayan Sumiarsa, menjelaskan bahwa festival tahunan ini bukan sekadar ajang pameran seni dan budaya. Ia adalah perwujudan nyata dari filosofi Tri Hita Karana, ajaran kuno Bali yang menganjurkan penciptaan harmoni antara manusia dengan sesamanya, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan. Melalui tema "Samskerti Bhumi Jana", Penglipuran ingin memperkuat kesadaran akan pentingnya harmoni esensial ini dalam membangun pariwisata yang tidak hanya lestari secara ekologis, tetapi juga adil dan merangkul secara sosial. "Festival ini menjadi wadah untuk menampilkan berbagai seni budaya, edukasi, serta diskusi yang mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian desa adat dan menciptakan pariwisata yang ramah lingkungan serta merata manfaatnya bagi seluruh masyarakat," ujarnya.
Wayan Sumiarsa menyebutkan, Festival Desa Penglipuran merupakan jantung dari identitas desa, wujud syukur atas berkah yang diberikan, sekaligus ajakan tulus kepada dunia untuk bersama-sama melestarikan warisan leluhur demi generasi mendatang. "Melalui setiap tarian, setiap alunan gamelan, dan setiap karya seni yang ditampilkan, kami berharap dapat menyebarkan pesan perdamaian, keharmonisan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan kepada setiap insan yang hadir. Dengan semangat harmoni, diharapkan Penglipuran Village Festival dapat menjadi model bagi pengembangan pariwisata di daerah lain, sekaligus memperkuat posisi Desa Penglipuran sebagai destinasi wisata yang bertanggung jawab dan berwawasan masa depan,” tambahnya.










