FISIP Unwar Sikapi Putusan MK No. 135 dan Masa Depan Demokrasi

IMG-20250711-WA0000
Seminar Nasional "Meneguhkan Persatuan melalui Pemilu dan Kaji Ulang UUD NRI 1945: Sebuah Diskursus Kritis", Kamis (10/7), di Aula Sri Ajna Dewi Gedung G2 Fakultas Teknik dan perencanaan Unwar.

DENPASAR-fajarbali.com | Universitas Warmadewa (Unwar) kembali membuktikan komitmennya sebagai satu-satunya kampus kebangsaan di Bali. Melalui kolaborasi strategis dengan Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unwar menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk "Meneguhkan Persatuan melalui Pemilu dan Kaji Ulang UUD NRI 1945: Sebuah Diskursus Kritis", Kamis (10/7), di Aula Sri Ajna Dewi Gedung G2 Fakultas Teknik dan perencanaan Unwar.

Kegiatan bergengsi ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan akademisi ternama sebagai narasumber. Di antaranya, Guru Besar FISIP Unwar Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., Ketua Umum AIPI Pusat Dr. H. Alfitra Salamm, APU, Akademisi Universitas Indonesia Reni Suwarso, Ph.D., Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, S.TP., M.P., serta Letjen (Purn) Bambang Darmono yang merupakan Sekjen Forum Komunikasi (FOKO) Purnawirawan TNI/Polri, yang hadir sebagai pembicara kunci (keynote speaker). 

Diskusi dipandu oleh moderator Drs. I Nyoman Wiratmaja, M.Si., akademisi FISIP Unwar. Seminar ini menjadi ruang diskusi ilmiah yang membedah berbagai isu krusial seputar demokrasi elektoral dan pembaruan konstitusi. 

Ketua Panitia, I Putu Hadi Pradnyana, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan diharapkan dapat menghasilkan masukan substantif terkait perbaikan sistem pemilu di Indonesia.

“Kami melihat bahwa Pemilu 2024 secara prosedural memang berjalan efektif. Tapi di balik itu ada sejumlah catatan kritis, mulai dari soal pendanaan, transparansi, hingga inklusivitas. Itulah yang kami kaji secara lebih dalam,” ungkap Hadi.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top