DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Kepala Instalasi Kanker Terpadu RSUP Sanglah, Dr dr I Wayan Sudarsa SpB (K) Onk, mengatakan, dalam satu tahun, ada 200 sampai 300 pasien kanker baru menjalani pengobatan di RSUP Sanglah.
Untuk mengingatkan kembali pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat, RSUP Sanglah menyelenggarakan senam kanker, talkshow dan musik serangkaian memperingati Hari Kanker Sedunia, di Lapangan RSUP Sanglah, Jumat (7/2).
“Tujuan utama dari peringatan ini adalah untuk mengingatkan kembali baik tenaga kesehatan, dokter, perawat, rumah sakit, pasien dan masyarakat umum, agar kita selalu ingat bahwa kanker itu tetap menjadi masalah kesehatan dunia. Setiap tahun angka kejadiannya selalu meningkat. Walaupun dengan pengobatan yang sudah canggih, angka kematian kanker tetap masih tinggi,” ungkapnya.
Hingga saat ini, kanker yang angka kasusnya masih tinggi di RSUP Sanglah antara lain kanker payudara, kanker mulut rahim, kanker nasofaring, kanker paru, dan kanker usus. Cara yang paling efektif untuk menekan pertumbuhan kanker dalam tubuh adalah dengan deteksi dini. Sayangnya, masyarakat Indonesia masih belum sepenuhnya menyadari hal tersebut.
Kebanyakan datang ke rumah sakit saat sudah dalam keadaan stadium lanjut, bahkan kanker sudah menyebar ke bagian organ tubuh yang lain. Jika sudah dalam keadaan demikian, pembiayaan pengobatannya menjadi lebih mahal, dan dana BPJS Kesehatan banyak dihabiskan untuk pembiayaan pengobatan kanker.










