
Hasto Wardoyo
MANGUPURA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, mengungkapkan, pada tahun 2024, BKKBN merumuskan empat program prioritas dalam bidang kependudukan.
“Keempatnya yakni penurunan stunting, percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, optimalisasi Kampung KB, dan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana atau Bangga Kencana,” jelas Hasto di sela menghadiri Pertemuan Penyelarasan Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) yang digelar di Kuta, Badung, pada 20-23 Februari 2024.
Hasto berpendapat, keempat kegiatan prioritas tersebut sejalan dengan visi dan misi BKKBN untukmenciptakan keluarga berkualitas serta menjaga pertumbuhan penduduk yang seimbang.
Hasto melanjutkan, Indonesia masih punya pekerjaan rumah mendasar dalam peningkatan kualitas SDM, dan stunting merupakan ancaman terhadap kualitas SDM itu. Hasil SSGI tahun 2022, balita stunting mengalami penurunan 2,8 persen menjadi 21,6 persen, dan sekarang kita masih menantikan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) untuk prevalensi stunting tahun 2023.
Pencegahan stunting, menurutnya, harus dilakukan sejak sebelum menikah. Pencegahan anemia dan kurang energi kronik (KEK) harus dilakukan sejak menjadi remaja putri yang nantinya akan menjadi calon ibu. Selain itu, program pendampingan, konseling dan pemeriksaan kesehatan juga wajib dilakukan calon pengantin mulai tiga bulan sebelum menikah.
“Kehamilan berpotensi mempengaruhi status gizi ibu dan bayi yang dikandungnya, karena kehamilan membutuhkan asupan nutrisi tambahan. Jika seorang ibu hamil terlalu muda atau terlalu sering hamil dengan jarak yang terlalu dekat, dapat mengakibatkan risiko stunting pada anak-anak yang dilahirkan,” ujarnya.










