DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Jajaran UPTD Museum Bali bersama para ahli melakukan kajian dan penelitian koleksi "Tika" atau catatan penanggalan berupa simbol-simbol yang diukir di atas kayu mengenai "padewasan" atau hari baik pelaksanaan ritual kegamaan.
"Banyak masyarakat kita yang belum tahu apa itu Tika, oleh karena itu kami memutuskan tahun ini melakukan penelitian tentang Tika ini," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum Bali I Wayan Andra Septawan dalam acara diskusi bersama tim pengkaji, di Denpasar, Selasa (26/2).
Pihaknya mengharapkan dari hasil penelitian dan pengkajian tersebut kemudian dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Bali secara umum. "Lewat hasil diskusi kali ini menjadi petunjuk awal terkait upaya pengkajian tersebut," ucap Andra.
Kepala Seksi Koleksi dan Konservasi UPTD Museum Bali I Putu Sedana menambahkan, dari total 14.542 koleksi Museum Bali, untuk koleksi "Tika" sendiri ada tujuh buah
"Museum Bali merupakan salah satu museum yang tergolong tua, yang diresmikan pada 8 Desember 1932. Sesuai dengan amanat PP No 66 Tahun 2015 tentang Museum, maka keberadaan koleksi museum harus teregistrasi dengan baik sehingga koleksi tersebut merupakan data yang sah keberadaannya sebagai koleksi museum," ucapnya.
Persoalannya, lanjut Sedana, banyak masyarakat yang tidak mengetahui tentang Tika dan belum tersedia pula tulisan-tulisan yang membahas keberadaan Tika, serta tidak diketahuinya fungsi dan simbol-simbol yang terkandung dalam Tika.










