Kolaborasi Barongsai, Barong Ket, dan Barong Landung, Bius Ribuan Penonton

SINGARAJA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Penampilan kolaborasi Barongsai, Barong Ket, dan Barong Landung berhasil ‘membius’ ribuan penonton yang hadir memadati gedung kesenian Gde Manik-Singaraja, Rabu (20/2/2019) malam kemarin.

Selain kolaborasi tarian barong itu, sejumlah kesenian dari negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan kesenin Bali juga ikut memeriahkan acara yang digagas oleh Pemkab Buleleng tersebut. Penampilan kolaborasi dua kebudayaan ini merupakan wujud kerja sama di bidang kebudayaan antara Pemkab Buleleng dengan Konsulat Jenderal RRT di Denpasar.

 

 

Hadir pada pagelaran seni budaya itu Konsul Jenderal RRT di Denpasar Mr. Gou Haodong,  Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Konsul Jenderal RRT, Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, dan seluruh pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Buleleng. Selain menampilkan kolaborasi antara tarian Barongsai dan Barongket, sejumlah kesenian menarik yang berasal dari negeri Tiongkok juga mampu memukau penonton yang berasal dari Buleleng.

Dipilihnya kolaborasi antara Barongsai, Barongket, dan Barong Landung didasari oleh sejarah masa lalu, dimana eratnya hubungan kebudayaan antara Tiongkok dan Bali. Dikisahkan, Raja Jaya Pangus sendiri pernah ingin mempersunting Kang Cing Wie, seorang putri saudagar kaya dari Tiongkok. Barong Landung sendiri dianggap sebagai simbol dari Raja Jaya Pangus dan Putri Kang Cing Wie. Bupati Buleleng dalam sambutannya menyebutkan, budaya Tionghoa di Buleleng telah menjadi aset budaya lokal yang telah memperkaya multikulturalisme di Buleleng.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top