
PARKINSON-Talkshow mengupas penyakit parkinson di sela peluncuran komunitas Bali Parkinson Warriors (BAPARWA) di Denpasar, Minggu (16/4).
DENPASAR – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) cabang Denpasar melaunching komunitas Bali Parkinson Warriors (BAPARWA) tepat dengan perayaan World Parkindosn's Day 2023 dengan topik "Fight to Win", Minggu (16/4) di sebuah restoran bilangan Renon, Denpasar.
Penggagas BAPARWA, Prof. Dr. dr. DPG Purwa Samatra, Sp.S(K) mengatakan, BAPARWA dibentuk untuk menjadi wadah para penyandang parkinson khususnya di Provinsi Bali.
"Kami merasa terdorong karena kurangnya pengetahuan dan kepedulian akan penyakit parkinson. Parkinson adalah suatu masalah kesehatan yang harus diperhatikan bersama," kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Udayana ini.
Parkinson, kata Porf. Purwa, sering dijumpai pada seluruh populasi, namun seringkalinya kurang mendapat perhatian khusus sehingga seringkali terlambat dideteksi.
Prof. Purwa yang juga Ketua Pokdi Movement PERDOSSI Denpasar , menambahkan, selain sebagai wadah penderita parkinson, BAPARWA yang dibentuk dengan melibatkan keluarga, petugas kesehatan serta aparat pemerintah memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dari penyandang parkinson.
Dalam acara talkshow, dr. Sri Yenni Trisnawati, M. Biomed, Sp.N(K) menyebut bahwa ciri-ciri orang terkena parkinson ada 40 gejala, salah satunya adalah susah bergerak.
Selain itu, susah tidur, badan mulai bungkuk, bagian badan gemetaran, dan lain-lain.










