
Diskusi Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Bali Great Sharing Session yang mengangkat tema “Tourism Development Trends in The Face of Global Economic Challenges” di Kura Kura Bali, Serangan, Denpasar, Sabtu (28/1).
DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Diskusi Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Bali Great Sharing Session yang mengangkat tema “Tourism Development Trends in The Face of Global Economic Challenges” di Kura Kura Bali, Serangan, Denpasar, Sabtu (28/1), menelurkan sejumlah gagasan menarik dari tokoh-tokoh yang hadir.
Gagasan tersebut diharapkan menjadi solusi bagi Bali di tengah upaya mengantisipasi efek negatif pembangunan di segala aspek. Dengan potensi yang ada, Bali diyakini bisa menjadi kekuatan ekonomi besar kalau bisa “dijual”. Di sisi lain diingatkan soal keamanan dan kemacetan.
Berawal dari pertanyaan praktisi pariwisata, Puspa Negara, tentang formulasi standar keamanan pariwisata Bali, Anggota DPD RI Made Mangku Pastika pun berbagi pengalamannya. Saat menjabat Kapolda Bali 2003 silam, Pastika mengaku memperhatikan betul standar keamanan internasional. Hal ini sebagai pelajaran dari tragedi terorisme Bom Bali I setahun sebelumnya.
"Kita sering cuek ketika aman, dan kelabakan saat terjadi gangguan, seperti bom (Bali)," kata Pastika yang juga mantan Gubernur Bali dua periode (2008-2018) ini, yang duduk bersama pembicara lain, Kepala Perwakilan BI Bali Trisno Nugroho, President of UID Bali Campus dan Kura Kura Bali Tantowi Yahya.
Ia melanjutkan, saat menjabat Kapolda, pihaknya menyidak satu per satu hotel untuk memastikan standar keamanan wisatawan. Maka, hotel pun berlomba memenuhi standar tersebut. Pastika juga menggandeng polisi-polisi dari negara luar untuk bertugas di Bali.










