Membudayakan Screening Pra Nikah, Opsi Cegah Stunting di Bali

7C76BFC7-3E5F-4669-83CC-CEB27F34A840-9aa350ab

KAMPANYE percepatan penurunan stunting di tingkat kabupaten/kota Provinsi Bali, Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Sabtu (1/10/2022).


SINGARAJA - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | 
Kampanye Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten/Kota di Provinsi Bali hasil kolaborasi Komisi IX DPR RI dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berlanjut, Sabtu (1/10/2022) di Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana diwakili Kepala Dinas PPKBP3A Nyoman Riang Pustaka berharap agar screning pranikah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Bali yang mayoritas pemeluk Hindu.

Menurut Riang, pemeriksaan calon pengantin belum membudaya di tengah masyarakat Bali, berbeda dengan umat lain yang bahkan ada kursus bagi calon pengantinnya.

"Bagi pasangan calon pengantin saya harap tiga bulan sebelumnya melapor dulu ke aparat desa agar diperiksa kesehatannya. Mari jadikan budaya. Dimulai dari Denbukit," harap Riang.

Deteksi kesehatan calon pengantin, menurut dia, sangat bermanfaat untuk menciptakan keluarga berkualitas. Kasus stunting jelas bisa dihindari jika calon orangtuanya sudah memiliki pengetahuan cukup.

Riang mengingatkan, manfaat kampanye percepatan penurunan stunting tidak seperti makan cabai. "Kita kumpul di sini membahas stunting, hasilnya baru dinikmati 10-15 tahun ke depan. Ini untuk persiapan 100 tahun Indonesia Merdeka, 2045 menuju Indonesia emas," tegasnya.

PENYERAHAN door prize kepada masyarakat oleh Direktur KIE BKKBN Eka Sulistia Ediningsih.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top