“Dengan sistem ini, mahasiswa UNHI siap mengikuti pembelajaran sesuai perkembangan teknologi informasi, meskipun berbasis pada pendidikan keagamaan Hindu,” ungkapnya.
Rektor UNHI juga membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk bergabung. Pendaftaran mahasiswa baru masih dibuka, tidak hanya untuk masyarakat Hindu, tetapi juga bagi seluruh warga non-Hindu yang ingin menempuh pendidikan di kampus Unhi.
Lebih lanjut, ia menyoroti program Satu Keluarga Satu Sarjana yang digagas Pemerintah Provinsi Bali bekerja sama dengan 28 perguruan tinggi. Program ini memberikan bantuan biaya hidup bulanan sebesar Rp. 1.400.000 bagi mahasiswa yang kuliah di Denpasar dan Badung, serta Rp. 1.300.000 untuk mahasiswa yang kuliah di Karangasem dan Buleleng.
“Ini program luar biasa untuk meningkatkan motivasi masyarakat Bali melanjutkan pendidikan tinggi. Untuk UNHI sendiri, kami menyediakan kuota 50 mahasiswa. Saat ini hampir penuh, tetapi jika ada kuota tersisa di perguruan tinggi lain, UNHI siap mengisinya,” pungkasnya.










