Direktur PPs UNR Dr. Nyoman Diah Utari Dewi, A.Par., MAP., menjelaskan, kampus siaga bencana adalah upaya perguruan tinggi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi risiko bencana. Kampus siaga bencana melibatkan seluruh komponen perguruan tinggi dalam perencanaan, monitoring, dan evaluasi.
Menurut Diah, kampus siaga bencana bertujuan memberdayakan perguruan tinggi dalam kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana, meningkatkan kapasitas SDM (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) dalam pengurangan risiko bencana, meningkatkan mobilitas sumber daya (manusia, sistem, perlengkapan, material, dan dana) dalam pengurangan risiko bencana serta membangun kemitraan dalam pengurangan risiko bencana.
Pembentukan kampus siaga bencana mengajak seluruh mahasiswa dan warga kampus sebagai agen perubahan, dapat berperan aktif di lingkungan internal kampus dan masyarakat untuk melakukan upaya kesiapsiagaan bencana.
"Setiap orang mempunyai hak untuk selamat dari dampak bencana, termasuk warga kampus. Kampus sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan agen perubahan ikut bertanggung jawab dalam keselamatan masyarakat dalam arti luas. Sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengurangan risiko bencana," jelas Diah.
Diah berharap Sivitas Akademika PPs UNR menjadi agen perubahan dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB), sesuai tujuan simulasi ini, yakni adanya perubahan perilaku komponen SDM di perguruan tinggi terhadap isu PRB.
"Ide awal kami mengadakan kegiatan ini karena ada mahasiswa Prancis datang ke kampus (UNR). Saya diminga ngajar tentang disaster management khusus gempa bumi, jadi mereka langsung pake "gaming simulation". Yang jadi korban di simulasi itu juga mahasiswa Prancis ada yang ceritanya patah lengan dan perutnya robek," jelas Diah.










