DENPASAR-fajarbali.com | Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai (PPs UNR) memiliki gedung lantai 3 yang megah dengan segala fasilitas di dalamnya.
Karenanya, kesiapan seluruh sivitas akademika harus dibangun agar siap menghadapi bencana alam khususnya gempa bumi yang datang tanpa diguga.
Bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, PPs UNR menggelar skenario gempa bumi di kampus setempat, Selasa (4/3/2025).
Sebanyak 20 orang mahasiswa dari LPX Next-U Bordeaux, Prancis yang sedang studi di PPs UNR turut dilibatkan, karena simulasi ini merupakan permintaan mereka.
Dalam simulasi yang melibatkan juga puluhan sivitas akademika PPs UNR ini, terjadi gempa maginitude 5,5 SR, lokasi 83 Km Barat Daya Nusa Dua, Bali, Lintang 9.11.15, Bujur 114.54 BT. Gedung PPs UNR pun terguncang.
Komandan Darurat Dr. Gede Wirata, S. Sos., SH., M. Si., menugaskan 1 orang dari Tim ERT (Emergency Respon Time) memencet tombol atau membunyikan suara tanda ada gempa bumi.
Semua orang yang ada dalam gedung melakukan langkah-langkah "Jangan Panik" berupa Drop, dan Cover Holdon (berjongkok, lindungi kepala dengan tangan, tas dan sebagainya, lalu masuk di bawah kolong meja).
Semua karyawan, dosen, dan mahasiswa di masing- masing gedung lantai 1, 2 dan 3 keluar berjalan cepat di arahkan oleh Tim Floor Warden yang bertanggung jawab atas keamanan area lantai 1, 2 dan 3 menuju titik kumpul/assembley point horizontal.
Lalu semuanya berbaris sesuai dengan bidangnya masing-masing. Setiap bidang ada ketua kelasnya. Masing-masing bidang berbaris dan menghitung jumlah personel apakah sudah semua berada di titik kumpul kalau ada yang belum sampai di titik kumpul berarti dia tersesat dan menjadi korban.










