Zat Kimia Mengurai Racun Masa Lalu Lewat Single Baru Karsinoma

2026-10-01-at-11.47.24
Personel Zat Kimia.

Pola lirik yang repetitif membuat bagian reff terdengar menyerupai afirmasi kepada diri sendiri. Pengulangan itu sekaligus menegaskan bahwa melepaskan masa lalu bukanlah satu tindakan yang selesai dalam sekejap. Ia merupakan keputusan yang perlu diingat, diucapkan, dan terkadang dilakukan berulang kali.

“Karsinoma” dipilih sebagai single pertama karena dianggap dapat merepresentasikan benang merah album kedua Zat Kimia. Materi dalam album tersebut tumbuh dari pengamatan terhadap pergulatan emosional, mental, dan spiritual manusia ketika berhadapan dengan pengalaman berat yang mengguncang dan mengubah hidup. Keadaan-keadaan tersebut tidak selalu diterjemahkan secara harfiah. Masing-masing berfungsi sebagai pusat emosi yang menjaga arah penulisan, sementara topik lagunya dapat berkembang dari pergulatan dalam diri hingga pengamatan sosial. Dengan cara itu, single ini memandang pengalaman berat dari berbagai sisi tanpa menguncinya pada satu peristiwa atau pengalaman tertentu.

Dalam proses penulisannya, Zat Kimia menggunakan sembilan keadaan emosional sebagai kerangka kreatif untuk menjaga arah setiap lagu. Kesembilan keadaan itu tidak diperlakukan sebagai tahapan yang harus berlangsung secara linear, melainkan sebagai titik bidik yang membantu band memusatkan emosi dan gagasan di dalam setiap materi.

“Setiap kali menulis lirik, aku biasanya memegang satu tema atau emosi sebagai titik bidiknya supaya arah lagunya tidak ke mana-mana. Emosi itu tidak harus menjadi cerita yang harfiah. Misalnya, kemarahan (Anger) bisa berkembang menjadi lagu tentang persoalan sosial dan politik. Jadi, yang aku ambil adalah daya dorong emosinya, lalu dari sana ceritanya bisa bergerak lebih luas,” ujar Ian.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top