Para lulusan terbaik menerima bonus tabungan dari BPD Bali.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Penyelenggara Pendidikan Latihan dan Pelayanan Kesehatan (YPPLPK) Bali Drs. Ida Bagus Arka, menepis isu bahwa kuliah di Itekes mahal. Dia tak menampik isu tersebut menjadi bola liar yang menakutkan bagi masyarakat khususnya dengan perekonomian menengah ke bawah.
"Kami sudah survei, bahwa kami tidak mahal di banding yang lain. Kami memberikan pelayanan berkualitas yang terjangkau. Sebaiknya datang langsung ke kampus kami, lihat fasilitasnya dan kualitasnya," terang Arka meluruskan 'mindset' masyarakat.
Keistimewaan Itekes Bali, masih menurut Arka, adalah lulusannya mampu bersaing di dalam dan luar negeri. Buktinya, dalam penerimaan-penerimaan tenaga kesehatan oleh pemerintah daerah, hampir 80 persen formasinya diisi oleh jebolan Itekes Bali.
Begitu pun pangsa pasar luar negeri. Saat ini, lulusannya sudah berkarir di Belanda yang sebelumnya puluhan orang berkarir dengan cemerlang di Jepang. Dalam waktu dekat, Jerman dan Oman siap menerima alumni Itekes Bali.
"Ayolah ambil (peluang kerja ke luar negeri-red). Di sana gajinya belasan hingga dua puluh juta lebih baru masuk. Betapa bangganya anda dan orangtua bisa mendapat honor sebesar itu," ajaknya.
Selain itu, Arka membeberkan, salah satu kunci sukses Itekes Bali adalah prosesnya yang berjalan secara alami. Berawal dari akademi, sekolah tinggi dan insitut jadi lembaganya tidak prematur. Pengalaman-pengalaman inilah yang menjadikan Itekes Bali sebagai pilihan utama masyarakat.











