“Saya bangga pemuda Bali yang kreatif dan berani menjadi pengusaha ketimbang menjadi PNS, harapan saya kedepannya tetap konsisten dengan pilihan yang sudah dipilih, dan jangan lupa dengan berdirinya 1 warung sukla berarti kita sudah berbuat untuk gerakan moral yang menyelamatkan warung-warung bahkan pengusaha Bali,” tutupnya. Lebih lanjut, ia menyarankan kepada pengelola warung-warung Bali agar mempertahankan cita rasa dengan konsisten, demikian juga terkait harga dan konsep Sukla. (rls)










